Peneliti Temukan Jenis Protein Penyebab Covid Parah

21
llustrasi. Pada sejumlah penderita, Covid-19 menyebabkan gejala ringan, tapi pada yang lain menjadi parah. Kini, peneliti menemukan protein penyebab Covid parah. Apa itu? (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

JAKARTA, suryametro.id – Peneliti dari Fakultas Biosains di University of Kent dan Institut Virologi Medis di Goethe-University, Frankfurt (Main), telah mengidentifikasi protein penyebab Covid-19 parah.

SARS-CoV-2 adalah virus corona yang menyebabkan Covid-19. Sementara banyak orang hanya mengembangkan gejala ringan atau tanpa gejala pada infeksi SARS-CoV-2, tapi yang lain mengembangkan penyakit parah yang mengancam jiwa.

Berangkat dari hal itu, peneliti kemudian mencari tahu apa yang menjadi penyebab Covid-19 parah pada sejumlah penderita.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa infeksi sel dengan SARS-CoV-2 menghasilkan peningkatan kadar protein yang disebut CD47 pada permukaan sel. Penelitian yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah Current Issues in Molecular Biology telah mendapatkan peer-review atau peninjauan ulang dari sesama kolega/ilmuwan.

Sebagaimana dilansir EurekAlert, CD47 merupakan sinyal untuk pertahanan sistem kekebalan yang melindungi sel agar tidak dihancurkan. CD47 yang diinduksi virus pada permukaan sel yang terinfeksi kemungkinan akan melindungi mereka dari pengenalan sistem kekebalan, memungkinkan produksi virus dalam jumlah yang lebih besar hingga mengakibatkan penyakit yang lebih parah.

Faktor risiko Covid-19 parah seperti usia yang lebih tua dan diabetes dikaitkan dengan tingkat protein CD47 yang lebih tinggi. Kadar CD47 yang tinggi juga berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko besar untuk komplikasi Covid-19 seperti serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

Data menunjukkan bahwa usia dan kadar CD47 tinggi yang diinduksi virus berkontribusi sebagai protein penyebab Covid-19 yang parah dengan mencegah respons imun yang efektif dan meningkatkan kerusakan jaringan dan organ terkait penyakit.

Kini, dilaporkan bahwa terapi yang menargetkan CD47 sedang dalam pengembangan, dengan harapan penemuan ini dapat menghasilkan pengobatan Covid-19 yang lebih baik.

“Ini menarik. Kami mungkin telah mengidentifikasi faktor utama yang terkait dengan Covid-19 yang parah. Ini juga menjadi langkah besar dalam memerangi penyakit ini dan kami sekarang dapat menantikan kemajuan lebih lanjut dalam pengobatannya,” kata Profesor Martin Michaelis dari University of Kent.

Profesor Jindrich Cinatl dari Goethe-University Frankfurt menambahkan, “Wawasan tambahan tentang proses penyakit yang mendasari Covid-19 ini dapat membantu kami merancang terapi yang lebih baik, serta apresiasi atas pentingnya luasnya penelitian yang dilakukan.”

“Melalui jalan ini, kami telah mencapai terobosan besar dan menunjukkan bahwa perjuangan melawan penyakit terus berlanjut.”

 

Sumber: CNNIndonesia.com