Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Motewe, Kejari Muna Tunggu Hasil Audit Tim Ahli

RAHA, suryametro.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, dipastikan dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka dalam kasus pembangunan stadion Motewe, di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penetapan tersangka itu, setelah tim penyidik kejaksaan menemukan adanya indikasi korupsi pada proyek bernilai Rp.34,8 miliar bersumber dari anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan APBD Pemda Kabupaten Muna tahun 2023.

Kasi Intel Kejari Muna,. Hamrullah mengungkapkan, saat ini tim penyidik masih menunggu hasil audit tim ahli dari lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan. Dan kami tinggal menunggu hasil audit sebelum kita umumkan para tersangka. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini,” ungkap Hamrullah.

Sementara Itu, Kasi Pidsus Kejari Muna, La Ode Fariadin menambahkan, progres penanganan kasus pembangunan stadion Motewe juga telah dikoordinasikan bersama Kementerian PUPR dan lembaga pengembangan jasa kontruksi yang ada di Jakarta.

“Kejaksaan tinggal menunggu kedatangan penilai ahli untuk mengukur/menghitung volume pekerjaan yang ada di Stadion Motewe, sudah ada komunikasi dengan penilai ahli yang rencana minggu kemarin melakukan penilai, tetapi karena ada satu dan lain hal, sehingga ada kendala datang melakukan penghitungan,” jelasnya.

Untuk pengerjaan stadion Motewe ini kata Fariadin, dimulai sejak 2022 lalu menggunakan dana PEN dan APBD Muna tahun 2023.

“Pekerjaan ini sudah serah terima tahap satu (PHO), maka kita sudah bisa pemeriksaan terhadap pekerjaan yang sudah dikerjakan. Sementara itu, kalau mengacu dokumen kontrak pekerjaan 2023 masa pemeliharaan sudah berakhir di Oktober kemarin,” sebutnya.

Ia menambahkan ada kendala-kendala Pemerintah Daerah (Pemda) Muna yang belum membayar sisa dari retensi lima persen dari pekerjaan namun Fariadin menegaskan itu urusan Pemda .

“Kami tidak masuk dalam urusan yang belum dibayarkan lima persen dari pekerjaan itu, namun kami masuk bagaimana kualitas pekerjaan yang sudah terpasang dimana ada potensi kegagalan bangunan sehingga kita fokus ini maupun termasuk timbunan stadion yang menelan anggaran 11 Milyar,” tegasnya.

Kalau sudah melakukan pengukuran tim penilai ahli selanjutnya kita akan koordinasikan dengan auditor untuk menghitung berapa kerugian keuangan negara dari pekerjaan.

“kami sudah koordinasi dengan pihak auditor terhadap pekerjaan stadion, sehingga penanganan perkara ini akan tetap berjalan sampai menemukan satu kesimpulan, bahwa benar-benar ada kerugian negara dan siapa pihak-pihak yang bertanggung jawab, persoalan penetapan tersangka mohon dukungannya,” tutupnya.

Penulis: Iman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top