Perbedaan COVID-19 Versi ‘Original’ dengan Varian-varian Baru Corona

22
Varian Corona B117. (Foto: Getty Images/iStockphoto/s-cphoto)

JAKARTA, suryametro.id – Sejak pandemi Corona melanda dunia, berbagai macam varian-varian baru COVID-19 mulai bermunculan dan menjadi dominan di beberapa wilayah. Contohnya seperti varian dari Inggris B117 dan Afrika Selatan B1351.

“Varian yang kami definisikan sebagai versi virus tertentu yang memiliki kombinasi mutasi spesifik di seluruh genomnya,” kata Pavitra Roychoudhury, pakar genetika virus Corona dan patologi di Fakultas Kedokteran Universitas Washington, dikutip dari Huffpost, Senin (22/3/2021). Dikutip dari healthdetikcom.

“Sebuah varian akan menjadi perhatian saat kita mulai melihatnya meningkat frekuensinnya dalam populasi selama periode waktu tertentu,” lanjutnya.

Lalu, apa yang membedakan virus Corona versi asli dengan varian baru Corona? Berikut perbandingannya yang dikutip dari Huffpost.

1. Virus SARS-CoV-2 versi original
Pada Januari 2020 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan adanya penyakit mirip pneumonia menyebar di Wuhan, China. Satu bulan kemudian, WHO akhirnya memberikan nama resmi untuk virus tersebut yakni SARS-CoV-2 dan penyakit yang ditimbulkannya yaitu COVID-19.

Vaksin apa saja yang efektif melawan COVID-19 versi asli ini?

Saat ini, ada beberapa vaksin COVID-19 yang terbukti efektif melawan varian asli dari virus Corona. Vaksin yang dikembankan Pfizer 95 persen efektif melawan COVID-19 yang bergejala, sementara Moderna efektivitasnya mencapai 94,5 persen.

Selain itu, ada vaksin Novavax 89,3 persen, Johnson & Johnson 66 persen efektif mencegah penyakit bergejala dan 85 persen mencegah sakit parah, dan AstraZeneca-Oxford yang terbukti efektif sampai 70 persen mengatasi infeksi yang bergejala.

2. B117 atau Varian Kent, Inggris
Varian baru Corona Inggris B117 ini pertama kali teridentifikasi di Inggris. Kini varian tersebut sudah teridentifikasi di lebih 80 negara, seperti Amerika Serikat hingga Indonesia.

Para ahli memperkirakan varian Corona ini akan menjadi strain yang dominan di Amerika Serikat pada Maret.

Pada beberapa penelitian, varian Corona B117 ini disebut tidak membuat penyakit COVID-19 yang dialami menjadi semakin parah. Tetapi, banyak ahli yang percaya bahwa varian tersebut lebih mudah menyebar dari versi aslinya.

Ada beberapa vaksin yang kini diklaim mampu melawan varian B117. Vaksin Pfizer dan Moderna tampaknya bisa melindungi lebih baik terhadap B117.

Selain itu, vaksin Novavax, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca juga disebut-sebut mampu melindungi dari serangan varian B117 tersebut dengan cukup baik.

Bagaimana dengan varian Afsel dan Brasil? Simak penjelasannya di halaman berikutnya.

3. B1351 atau varian Afrika Selatan (Afsel)
Varian B1351 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada bulan Oktober 2020 lalu. Kini, varian tersebut sudah teridentifikasi di 24 negara, salah satunya Amerika Serikat pada Januari lalu.

Varian baru Corona Afsel ini diketahui 50 persen lebih mudah ditularkan dibandingkan varian sebelumnya. Namun, masih belum ada data yang pasti yang menunjukkan bahwa varian baru ini bisa memperparah penyakit hingga meninggal dunia.

Meski begitu, para ahli telah memberikan perhatian khusus pada varian B1351. Sebab, berdasarkan hasil uji klinis menunjukkan vaksin yang ada saat ini mungkin kurang efektif untuk melindungi dari strain tersebut.

Berdasarkan data uji klinis kecil, vaksin Pfizer disebut mampu menetralkan varian tersebut secara efektif. Selain itu, Novavax tampaknya 60 persen efektif terhadap varian tersebut.

Beberapa waktu lalu, Johnson & Johnson juga disebut-sebut 57 persen efektif melawan varian Afsel.

4. P1 atau varian Brasil
Varian P1 ini pertama kali dilaporkan di Jepang pada empat orang pelancong yang baru kembali dari Brasil. Diyakini varian tersebut mulai menyebar di Brasil pada sekitar bulan Oktober lalu.

Seperti B117 dan B1351, varian P1 ini juga telah dilaporkan ditemukan di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Brasil, dan Filipina. Varian ini juga termasuk salah satu dari tiga varian baru Corona yang tengah menjadi perhatian.

Dari beberapa bukti, menunjukkan beberapa mutasi pada varian baru Corona ini membuatnya mudah menular dan bisa mempengaruhi antibodi yang dihasilkan dari infeksi COVID-19 sebelumnya.

Dengan kata lain, masih belum jelas apakah kekebalan yang dihasilkan dari infeksi sebelumnya atau virus Corona aslinya bisa melindungi orang dari varian ini. Varian P1 ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan reinfeksi.

Sampai saat ini, belum banyak informasi soal vaksin COVID-19 mana yang efektif mengatasi varian P1 ini.

5. B1526 atau varian New York
Varian B1526 ini pertama kali diidentifikasi dalam sampel pada November lalu. Sejauh ini, varian tersebut hanya ditemukan di Amerika Serikat, khususnya New York City dan wilayah New York.
Meskipun varian B1526 ini mulai banyak diinformasikan, tetapi varian ini belum menjadi perhatian global.

6. B1427/ B1429 atau varian California
Dari penelitian awal menunjukkan bahwa varian ini mulai menyebar sekitar bulan September dan Januari. Sejauh ini, varian tersebut hanya dilaporkan di California, Amerika Serikat.

Varian baru Corona tersebut relatif baru dan masih perlu dilakukan penelitian lebih mendalam. Namun, para ilmuwan melihat dan memperingatkan bahwa varian ini mungkin mudah menular dan bisa meningkatkan keparahan penyakit yang disebabkannya. (adm/lma)