Perikanan Wakatobi Dinilai Menjanjikan, PPS Kendari Tawarkan Kerjasama

96
Bupati Wakatobi, Haliana bersama bersama pihak PPS Kendari. Doc. suryametro.id

WANGI-WANGI, Suryametro.id – Belum lama ini, Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari melirik potensi perikanan kabupaten Wakatobi. Pasalnya, potensi perikanan kabupaten Wakatobi dinilai menjanjikan. Pihaknya menawarkan agar Wakatobi jadi mitra kerjasama pengusaha perikanan di Sultra.

“Kebetulan juga Wakatobi ini adalah penyuplai ikan terbesar yang masuk ke PPS Kendari. Termasuk komoditas unggulan tentunya, berupa gurita, rajungan, ikan-ikan permukaan maupun karang yang memang diminati para perusahaan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari,” papar Ketua PPS Kendari, Rahmat Irawan di Rujab Bupati Wakatobi, Minggu (28/11/2021) malam kemarin.

Kepada Bupati Wakatobi H Haliana, Rahmat Irawan menyebutkan, ada 42 perusahaan perikanan sedang beroperasi di PPS Kendari. Beberapa diantaranya, siap jadi mitra bisnis kelompok nelayan dari Wakatobi jika kebutuhan investor bisa dipenuhi.

Katanya, terdapat kurang lebih 42 perusahaan perikanan dan pendukung perikanan di PPS Kendari. Dan beberapa perusahaan diantaranya, memang memerlukan pasokan bahan baku yang cukup besar.

“Termasuk kapal khusus yang akan digunakan untuk menampung hasil tangkap nelayan,” tuturnya.

Pihaknya juga menjanjikan bahwa banyak produk kelautan dan perikanan Wakatobi yang memang diterima oleh beberapa perusahaan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari.

Menaggapi hal itu, di tempat yang sama, Bupati Wakatobi, Haliana mengatakan, Pemkab kini tengah mengebut sarana infrastruktur pendukung pengelolaan kelautan dan perikanan Wakatobi.

Diantaranya, pematangan dokumen izin lingkungan Sentra Perikanan Terpadu (SPT) Wakatobi di kawasan pelabuhan perikanan Numana. Pemkab juga tengah lakukan pembenahan Tempat Pelalangan Ikan (TPI) dibeberapa Pulau di Wakatobi.

“Memang ini berproses sesuai dengan tahapan-tahapan. Setidaknya, kalau TPI dan Pelabuhan perikanan Wakatobi sudah siap, sektor kelautan dan perikanan di Wakatobi ini isnya Allah bisa dikelola semaksimal mungkin agar bisa memberikan PAD yang besar untuk Wakatobi,” tandanya.

Haliana juga mengeluhkan adanya regulasi yang membatasi kewenangan pengelolaan laut. Menurutnya, ini sangat memberatkan daerah, sebab berimbas terhadap penurunan PAD di Wakatobi.

“Ini juga yang masih menjadi tantangan terberat kami di Wakatobi. Jujur saya sangat gelisah dengan hal ini. Kenapa, luas wilayah Wakatobi ini 95 persen lebih, dengan potensi kelautan perikanan yang begitu besar. Ini kalau kita bandingkan dengan kontribusi PAD kita hanya sebesar 27 juta satu tahun,” pungkasnya.

Penulis: Samidin
Editor: Herman Erlangga