Polres Baubau dan Posko Berbagi Bantu Pengobatan Balita Penderita Tumor di Kepala Asal Buton

110
Kapolres Baubau, AKBP Rio Tangkari ikut mengantarkan keberangkatan Fahril ke Kendari untuk mengikuti proses pengobatan lanjutan di RS Bahteramas Kendari. Foto: Adhil/suryametro.id

BAUBAU, suryametro.id – Farhil, balita berusia satu tahun asal Kabupaten Buton harus mengalami nasib malang diusianya yang sangat dini. Ia divonis menderita tumor di kepala sejak lahir. Karena masalah ekonomi, balita asal Kecamatan Pasarwajo itu terpaksa kesulitan untuk melakukan proses pengobatan.

Hingga waktu yang lama, Fahrin akhirnya kembali mendapatkan pertolongan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton atas bantuan dari sejumlah dermawan sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Siloam Baubau.

Berdasarkan hasil keterangan medis di RS Siloam, tumor yang diderita Fahril merupakan tumor ganas dan harus secepatnya diberikan pertolongan medis lebih lanjut. Tidak hanya itu, Fahril juga mulai menderita gizi buruk hingga membuat berat badannya kini tersisa 5,7 kilogram.

Dari RS Siloam, Fahril akhirnya harus dirujuk ke RS Bahteramas di Kendari. Disanalah, Fahril akan ditangani lebih intensif oleh dokter ahli saraf.

Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari melalui pesan singkatnya, berharap Fahril segera sembuh dari penyakit yang dideritanya. Untuk itu, tidak hanya bantuan doa, Kapolres Baubau juga turut serta membantu biaya pengobatan dan biaya keperluan lain untuk Fahril selama proses pengobatan di Kendari.

“Tadi kami juga bersama jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan, ikut mengantarkan Fahril di Pelabuhan Murhum. Meski tidak seberapa, namun kami berharap bantuan yang diberika bisa bermanfaat untuk Fahril dan keluarga,” kata AKBP Rio Tangkri SIk melalui pesan Whatshappnya, selasa (03/08/2021).

Selain itu, melalui posko berbagi Baubau sejumlah donasi kemudian terkumpul. Dengan dana itulah, Fahril kemudian kembali dirujuk ke RS Bahteramas Kendari untuk menjalani operasi oleh dokter ahli bedah saraf.

“Bukan cuma tumor dan gizi buruk, Fahril juga mulai menderita hidrosefalus. Hanya saja masih kategori ringan. Untuk jadwal operasi, nanti tergantung dari dokternya. Karena setiba di Kendari, Fahril harus mengikuti serangkaian pemeriksaan,” kata Ibu Melani pembina posko berbagi Baubau.

“Ayah Fahril seorang petani dan ibunya hanya pengurus rumah tangga. Itulah kenapa kita ingin membantu proses pengobatannya. Dan itulah memang tugas dari posko berbagi ini. Ini juga bentuk rasa kemanusiaan kami bersama para dermawan yang sudah membantu. Semoga Fahril cepat sembuh, agar bisa seperti anak normal seusianya,” kata Mhey sapaan akrab Melani menambahkan.

Penulis: Adhil