Prodi Kewirausahaan Resmi Dibuka di UMU Buton

418
Prodi Kewirausahaan Resmi Dibuka di UMU Buton. (Dok suryametro.id)

BAUBAU, suryametro.id – Telah mendapatkan mandat dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan ditandatangani langsung Sekertaris Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Program Studi (Prodi) Kewirausahaan telah resmi beroperasi di Universitas Muslim (UMU) Buton.

Hal ini membuktikan keseriusan dari visi-misi, Pimpinan Yayasan Kepulauan Buton, Ibrahim Marsela, untuk menjadikan putra-putri daerah Buton maju dan berkembang dalam dunia usaha. Salah satu solusi terbaik untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui jalur pendidikan. Bahkan sebelum prodi Kewirausahaan resmi dibuka oleh Kemendikbud, salah satu dosen terbaik UMU Buton, Yusman Sutoyo, telah berhasil mengawal dan membina beberapa mahasiswa dalam dunia usaha kuliner.

Tentu saja jauh sebelum itu, beliau telah berbekal pengalaman, memulai karir sebagai usahawan sejak kecil, dunia kampus kemudian menajamkan intuisi, tekad, serta sebagai sebuah keabsahan baginya untuk menjadi akademisi sekaligus usahawan. Kegiatan kewirausahaan juga sudah terlanjut booming sebelum resmi dibuka. Oleh Wakil Rektor III bidang kerja sama dan kemahasiswaan Arief Budianto Gavoer, begitu mendukung hal ini dengan mengikutsertakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam Pelatihan Dasar Kewirausahaan Pemuda berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Prodi Kewirausahaan Resmi Dibuka di UMU Buton. (Dok suryametro.id)

Dalam setiap kesempatan workshop maupun seminar yang diadakan oleh Universitas Muslim Buton, Ibrahim Marsela menegaskan, bahwa dalam kurun waktu 1,2 Tahun, UMU Buton telah menyandang akreditas BAIK (B) yang di tetapkan melalui Surat Keputusan BAN-PT. Selanjutnya dalam kurun waktu 1,5 tahun UMU Buton telah membuka program studi baru yakni, S1-Kewirausaan yang benaung di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pengusulan Prodi Kewirausahaan melalui beberapa tahapan evaluasi mulai dari LLDIKTI wilayah 9, Kementirian Pendidikan, serta Evaluasi BAN-PT dan dinyatakan Resmi menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2021/2022.

Ia menambahkan, bahwa Prodi Kewirausahaan merupakan program studi yang membekali mahasiswa untuk dapat mencari tahu dan menerapkan strategi, gagasan, ide baru dalam merencanakan, mengelola, dan mengembangkan sebuah usaha. Pembukaan prodi kewirausahaan merupakan salah satu wujud peran aktif UMU Buton dalam menggenjot pembangunan ekonomi nasional terlebih dalam masa pandemi covid 19.

“Prodi kewirausahaan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dalam dunia usaha, melalui kajian penelitian dan praktik lapangan yang menyeluruh. Prodi Kewirausahaan UMU Buton berkomitmen untuk memberikan bekal kepada para mahasiswa agar mampu mengidentifikasi peluang usaha, merencanakan, serta menerapkannya dan atau pengembangan melalui kreatifitas dan inovasi,” ucap Ibrahim Marsela.

Prodi Kewirausahaan Resmi Dibuka di UMU Buton. (Dok. suryametro.id)

UMU Buton merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang berada di kota Baubau dengan Prodi Kewirausahaannya. Melalui Prodi ini diharapkan para mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan wirausaha. Di era puncak Industri 5.0, salah satu cara agar dapat memerangi tantangan zaman adalah bekal kemampuan wirausaha yang baik, sementara itu untuk memilki kemapuan wirausaha yang mumpuni, putra-putri Buton perlu menempuh pendidikan universitas.

Salah satu kendala generasi muda Indonesia dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi adalah masalah eknomi. Di tengah keterpurukan ekonomi masyarakat Indonesia saat ini, Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Kepulauan Buton menghapus kebijakan uang pembangunan. Di tahun 2019-2020 uang pembangunan wajib dibayarkan setiap mahasiswa sebesar 1.500.000 dan menjadi gratis pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2021. Kebijakan ini dihapuskan sebagai langkah mengakomodir masyarakat ekonomi menegah ke bawah agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurut Ketua YAPIK-B hanya 3 dari 10 calon mahasiswa di Indonesia yang mampu melanjutkan pendidikan karena masalah keterbatasan ekonomi.

Selain menghilangkan kebijakan Uang pembangunan Universitas Muslim Buton juga tetap berlakukan SPP 1.500.000 yang dapat di angsur oleh setiap mahasiswa. Selain itu juga Universitas Muslim Buton akan meluncurkan kegiatan belajar non-formal yakni kursus bahasa inggris, kursus komputer dan diklat teknis wirausaha yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa semester empat ke atas, di mana kursus tersebut bersertifikat resmi. Terobosan-terobosan terus diluncurkan Universitas Muslim Buton demi menciptakan generasi berkarakter unggul dengan kearifan lokal dan budaya Buton yang mampu bersaing di zona Nasional maupun Internasional. (adm/lma)