Program KMI UHO 2021, Warga Kelurahan Kalia-Lia Dilatih Olah Ubi Gadung dan Rumput Laut

66
Program KMI UHO 2021, Masyarakat Kalia-Lia Dilatih Olah Ubi Gadung dan Rumput Laut. Doc. suryametro.id

BAUBAU, suryametro.id – Universitas Halu Oleo (UHO) menyelenggarakan program Kemitraan Masyarakat Internal (KMI) dengan melaksanakan beberapa kegiatan dan langsung melibatkan masyarakat. Salah satu yang dilakukan yaitu, memberikan pelatihan kepada masyarakat di Kelurahan Kalia-Lia, Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau tentang cara mengolah ubi gadung dan rumpul laut di Minggu pertama Oktober 2021.

Kegiatan pelatihan tersebut, mendapat respon dan antusias masyarakat yang diikuti Pihak pemerintah Kelurahan, utusan BPD kelurahan, anggota Majelis Taklim dan Masyarakat Petani.

Pelatihan dilaksanakan langsung oleh Tim Pengabdian PKMI UHO tahun 2021 yang diketuai langsung Dr La Harimu M Si dan anggota Mariani MSc, Wa Ode Mulyana, MSc, dan Fatahu. M.

Ubi gadung dan rumput laut dipilih untuk jadi bahan pelatihan, karena hasilnya cukup melimpah di lahan milik masyarakat. Terkhusus ubi gadung yang tidak termanfaatkan oleh masyarakat karena mengandung bahan beracun.

“Kegiatan pelatihan ini, bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar memanfaatkan potensi yang dimiliki, yang mungkin selama ini tidak diketahui. Ternyata bahan-bahan yang ada dan jumlahnya melimpah itu sangat berguna. Tentunya, kita arahkan untuk cara pengolahannya sehingga memberikan nilai manfaat ketika dikonsumsi oleh mayarakat, khususnya ubi gadung dan rumput laut,” kata La Harimu.

Ubi gadung dan rumput laut, diberikan perlakuan khusus sebelum diolah dengan cara dilakukan perendaman dengan air laut selama 48 jam, dilanjutkan perendaman dengan air tawar selama enam jam. Kemudian dikeringkan dengan sinar matahari sampai kering.

Lanjut menurut La Harimu, program ini sudah melalui perencanaan sebelum diaplikasikan kepada masyarakat. Kita berharap, umbi gadung yang sebelumnya tidak terolah, bisa dimanfaatkan sebagai alternative bahan pangan local yang sehat untuk mendukung ketahanan pangan local dan nasional.

“Bahan-bahan yang selama ini melimpah di masyarakat, tidak termanfaatkan karena belum diketahui nilai ekonomisnya, kita berikan pelatihan kepada masyarakat. Sehingga pada gilirannya, bahan-bahan ini dikenal masyarakat dan bisa menjadi salah satu prospek untuk dikembangkan. Dan setelah dilaksanakan pelatihan, sangat luar biasa antusias masyarakat yang ikut sebagai peserta pelatihan,” tambah Alumni Kimia UHO ini.

Dalam kegiatan pelatihan, produk yang dihasilkan dari bahan yang digunakan adalah pembuatan Kasoami yang dicampur dengan tepung rumput laut. Hasilnya, cita rasa lebih gurih, tekstur lembut dan enak. Produk kedua yakni keripik campur rumput laut yang hasilnya lebih renyah dan gurih.

Pasca kegitan pelatihan, diharapkan agar masyarakat memiliki pengetahuan dalam mengolah bahan khususnya ubi gadung dan rumput laut yang selama ini tidak termanfaatkan secara maksimal.

“Semoga memberikan nilai tambah bagi masyarakat, selain pemanfaatan bahan yang sebelumnya tidak maksimal juga bisa memenuhi kebutuhan pangan local. Termasuk jika memiliki prospek tentunya bisa untuk membantu perekonomian,” kata La Harimu lagi.

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, bahan ubi gadung memiliki prospek yang menjanjikan, karena mudah tumbuh dan bebas hama serta memiliki kandungan gizi yang baik dan bisa membantu penyembuhan penderita diabetes, program diet dan bisa sebagai pengganti tepung tapioka.

Editor: Adhil