Proyek Revitalasasi dan Pengembangan Asrama Haji di Kendari Diduga Sarat Nepotisme

85
FP3 Sultra Saat berdiskusi bersama Kasi Penerangan Hukum Kejati Sultra - Foto: Rahman/suryametro.id

KENDARI, suryametro.id – Forum Pemerhati Pembangunan Sulawesi Tenggara (FP3- Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Sultra, Kamis (12/8/2021)

Dalam aksinya itu, terkait lelang proyek pembangunan revitalasasi dan pengembangan Asrama Haji, dengan anggaran kurang lebih Rp 23 miliar yang di lakukan Tugas Kelompok Kerja (Pokja), Kuasa pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Koordinator Lapangan (Korlap) FP3- Sultra, Muhammad Syah Alam dalam orasinya mengatakan, proses lelang yang di lakukan Pokja di nilai syarat dengan prakter nepotisme, karena memanggil perusahaan yang sama sekali tidak pernah mengerjakan proyek paket pekerjaan di lingkung Kementrian Agama Sultra.

“Kenapa Pokja memenangkan PT Tri Dwi Satria Mandiri, yang sama sekali tidak pernah mengerjakan paket proyek di Kemenang Sultra. Padahal, syarat utamanya pernah mengerjakan paket proyek di Kemenang Sultra,” jelasnya.

Lanjutnya, pada rekam jejak PT Tri Dwi Satria Mandiri, pernah mengerjakan paket proyek pembangunan Bapelkes Sultra pada tahun 2019 tapi hasilnya tidak sesuai dengan anggaran yang di kelola sebesar kurang lebih Rp 10 Miliar.

“Seharusnya piihak Pokja, KPA dan PPK tidak memenangkan perusahaan seperti ini”, ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, FP3- Sultra mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra yang disambut Kasi Penerangan Hukum Dody SH. Dihadapan massa aksi, ia akan menyampaikan kepada Kepala Kejati terkait apa yang menjadi tuntutan FP3- Sultra.

“Saya akan segera menyampaikan tuntutan teman-teman kepada Kepala Kejati dan juga menyarankan kepada teman-teman FP3 Sultra untuk membuat surat aduan resmi,” ungkap Dody.

Reporter: Rahman