Puluhan Tahun Tidak Dapat Penerangan, Perkampungan Bajo Kini Nikmati Listrik PLN

326
Bupati Wakatobi Arhawi, usai menghidupkan meteran listrik di Kampung Bajo. (Foto: Samidin/suryametro.id)

WANGI-WANGI, suryametro.id – Puluhan tahun tidak pernah teraliri listrik dari PLN, akhirnya masyarakat perkampungan suku bajo di desa Samabahari kecamatan Kaledupa, kabupaten Wakatobi kini bisa bernafas lega. Pasalnya, sejak Indonesia merdeka, mereka baru bisa menikmati terangnya aktifitas di malam hari yang disinari listrik milik negara.

Sebelum adanya listrik dari PLN, untuk keperluan penerangan desa yang masyarakatnya bermukim diatas laut ini masih menggunakan lampu Pelita, lampu Strongkeng serta sebagian kecil ada yang menggunakan Genset. Dahulu pernah ada listrik yang disediakan oleh pihak pemerintah desa, namun karena masalah teknis akhirnya lampu listrik tidak dapat lagi digunakan.

Hingga pada peresmian jaringan listrik oleh bupati Wakatobi, Arhawi yang didampingi kepala PLN Wakatobi serta Camat setempat, akhirnya desa Samabahari bisa seperti desa-desa yang lainnya, menikmati beraktifitas dimalam hari dengan lampu yang terang bak sinar mentari.

“Sebenarnya Samabahari itu belum bisa masuk jaringan listrik karena akses kesana masih sangat terbatas, namun Pemda bersama-sama dengan pihak PLN terus berupaya sehingga hari ini bisa seperti ini,”ucap bupati Wakatobi, Arhawi usai menyalakan meteran secara simbolis di kantor desa, Rabu (3/3/2021).

Pada peresmian ini terdapat sebanyak 67 rumah yang sudah bermohon untuk dipasangkan meteran listrik. Total target dari PLN sendiri sebanyak 300 rumah yang akan dipasang perdana di desa tersebut.

Selain desa Samabahari terdapat sejumlah desa di Kaledupa yang belum menikmati listrik dari PLN. Diantaranya, desa Sombano dan dusun Bajo Lohoa. Kendati demikian, Arhawi mengungkapkan, diakhir masa jabatannya sebagai bupati Wakatobi ia akan terus berupaya agar desa tersebut sama dengan desa lainnya.

“Baju Lohoa itu sedikit jauh juga dari wilayah daratan kemudian jumlah penduduknya masih sangat sedikit. Sedangkan Sombano akses ke daerah yang punya jaringan listrik masih sangat jauh sehingga PLN dan Pemda masih memikirkan tentang tingkat efisiensi dari penyambungan aliran listrik dari Ambeua,”jelasnya.

Adanya jaringan listrik di desa Samabahari, membuat Pjs kepala desa Samabahari, Mujiarto mengungkapkan rasa terima kasihnya. Dengan adanya ini, masyarakat desa Samabahari sudah bisa meningkatkan pendapatannya.

“Apalagi, masyarakat disini semunya berprofesi sebagai pelaut, mereka bisa membuat es batu untuk mengawetkan ikannya,” ungkap Mujiarto, Pejabat Sementara Kepala Desa Samabahari

Reporter : Samidin
Editor : Herman Erlangga