Putri Muslimah Asal Baubau Juara 1 se Nusantara

1921
Wa Ode Syahribanun Alwiah, Putri asal Kota Baubau yang berhasil menjuarai Puteri Muslilmah Nusantara 2021. (Foto: Istimewah)

BAUBAU, suryametro.id – Putri asal Kota Baubau Wa Ode Syahribanun Alwiah, berhasil menjuarai Puteri Muslilmah Nusantara 2021, setelah diumumkan dimalam Grand Final di Kota Samarinda, Sabtu (26/06/2021).

Wa Ode Syahribanun Alwiah wanita kelahiran Baubau, 29 Juli 1999 ini merasa tidak menyangka bisa menjuarai event bergengsi ini, mengingat para pesaingnya sangat hebat-hebat, baik dari sisi pendidikan maupun gelarnya.

“Alhamdulillah senang dan bahagia apalagi memang dari awal berusaha dan berjuang setidaknya melakukan semaksimal mungkin apa yang saya bisa, dan tentunya sangat-sangat senang dan juga kurang menyangka karena lawannya hebat-hebat semua, ada yang yang pendidikannya sudah S3, ada yang kuliah diluar negeri,” ungkapnya.

Ia menuturkan, sempat merasakan ketegangan apa lagi saat menjawab pertanyaan dari para dewan juri, namun Wa Ode Syahribanun Alwiah mempunyai cara tersendiri dalam mengahadapi hal tersebut.

“Manusiawi sih karena semua manusia akan merasa nerves dan tegang ketika dihadapkan dengan hal-hal serupa tetapi bagi saya, saya terus mengucap basmallah dan dzikir selama saya akan menjawab pertanyaan dari juri sehingga dengan itu saya mendapat ridho Allah sehingga saya bisa lancar menjawab pertanyaan,” ucapnya.

Wa Ode Syahribanun Alwiah yang akrab disapa Wa Ode mengungkapkan, rencana kedepan setelah dinobatkan sebagai juara Puteri Muslimah Nusantara 2021, mulai dari pengembangan diri hingga kegiatan sosial.

“Pertama saya akan berkontribusi dengan Ichal Manajemen selaku manajemen yang telah membesarkan nama saya, dan juga saya akan melaksanakan beberapa kegiatan sosial didaerah saya, terkhususnya jika bisa saya akan mengembangkan lagi kemudian acara selanjutnya akan dilakukan di Bangka Belitung dan saya akan kesana,” jelasnya.

Dalam menghadapi puutaran Grand Final Puteri Muslimah Nusantara bukan hal yang mudah bagi Wa Ode, sebab ia harus banyak mengahadapi cobaan, mulai dari masalah keluarga hingga sulitnya mendapat dukungan pemerintah.

“Banyak sekali suka duka, ada permasalahan dikeluarga saya, permaslahan pendidikan adik saya dan susahnya mencari dukungan-dukungan dari berbagai kalangan di Kota Baubau dan pemerintah. Saya sangat mengerti mungkin pemerintah sibuk sehingga susah untuk ditemui tetapi Alhamdulillah mendapat suport dari bebrapa orang-orang yakni stekholder dan beberapa lembaga sehingga saya bisa berangkat ke Samarinda dan juga bisa mendapat jaura 1,” ungkapnya.

Namun, ia selalu menanamkan motivasi dalam dirinya agar tidak mudah menyerah. Apalagi dia merupakan anak pertama, sehingga dari situlah ia selalu memotivasi dirinya untuk selalu tegar dan bisa menjadi motivasi bagi orang lain.

“Jangan pernah menyerah sebelum berjuang, ketika kita menyerah karena keadaan yang tidak memungkinkan, maka kita akan berhenti disitu dan kita akan menghilangkan rejeki-rejeki kita, padahal kita belum tahu rejeki kita itu masih ada selangkah dua langkah didepan, karena setiap perjuangan pasti ada percobaan dan untuk pemuda-pemuda agar selalu bersemangat dalam mengharumkan nama daerah,” bebernya.

“Harapan saya agar Puteri Muslimah Sulawesi Tenggara tidak berhenti sampai di saya saja, dan ada penerus lain agar kita sama-sama mengharumkan nama daerah,” tutupnya. (adm)