KYIV, suryametro.id – Hari ke-175 serangan Rusia ke Ukraina, korban sipil kembali jatuh kini di wilayah Donetsk di garis depan serangan Rusia, menurut laporan korban terbaru dari gubernur wilayah Donetsk timur Ukraina Pavlo Kyrylenko di Telegram.
Dua warga sipil tewas dan tujuh lainnya terluka oleh penembakan Rusia baru-baru ini di beberapa kota dan desa.
Daerah tersebut telah menjadi sasaran penembakan berat oleh militer Rusia dalam beberapa pekan terakhir, saat mereka mencoba membuat kemajuan taktis di wilayah Donbas.
Sementara di Odesa, sebuah pusat rekreasi telah hancur dan tiga orang terluka akibat serangan Rusia, kata Sergey Bratchuk perwakilan dari administrasi militer Odesa.
Sementara itu, Korea Utara dan republik yang memproklamirkan diri di Donetsk dilaporkan akan mengembangkan “kerja sama bilateral yang sama-sama menguntungkan,” kata Denis Pushilin, kepala pemerintahan separatis, dalam sebuah surat kepada Kim Jong-un, media pemerintah Korea Utara melaporkan pada Rabu (17/8/2022).
Berikut peristiwa penting yang terangkum dalam rangkuman hari ke-175 serangan Rusia ke Ukraina:
Inspeksi ‘mendesak’ pembangkit nuklir
Kepala NATO Jens Stoltenberg mengatakan waktunya sudah “mendesak” bagi Badan Energi Atom Internasional, untuk mendapat izin memeriksa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina, yang berada di bawah kendali militer Rusia.
Berbicara tentang bahaya “kecelakaan atau insiden nuklir”, ia mengatakan kepada wartawan di Brussels bahwa kontrol militer Moskwa atas fasilitas itu “membahayakan penduduk Ukraina, negara-negara tetangga, dan masyarakat internasional”.
Pasukan Rusia merebut PLTN Zaporizhzhia, yang terletak di selatan Ukraina, pada Maret, tak lama setelah invasi.
Ini adalah PLTN terbesar di Eropa, dan ketidakpastian terkait operasinya di tengah perang memicu kekhawatiran akan kecelakaan nuklir, yang menyaingi Chernobyl pada 1986, ketika sebuah reaktor meledak. Rusia dan Ukraina saling menuduh telah menembaki instalasi tersebut.
Sekjen PBB akan mengunjungi Ukraina
Situasi di PLTN terbsesar Eropa diperkirakan menjadi agenda ketika Sekjen PBB Antonio Guterres mengadakan pembicaraan pada Kamis (18/8/2022) di kota Lviv, Ukraina barat dengan Presiden Volodymyr Zelensky dan mitra Turkiye Recep Tayyip Erdogan.
Ketiganya akan membahas “perlunya solusi politik untuk konflik ini”, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Ukraina dan Rusia, dua pengekspor biji-bijian terbesar di dunia, menyetujui kesepakatan yang ditengahi oleh PBB dan Turkiye bulan lalu, untuk membuka blokir pengiriman biji-bijian Laut Hitam setelah invasi Rusia.
Rencana penghancuran jembatan Crimea
Pembantu Presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak menyerukan agar jembatan utama Moskow yang menghubungkan Crimea yang dikuasai Kremlin ke daratan Rusia untuk “dihancurkan”, setelah beberapa serangan di semenanjung itu.
Jembatan sepanjang 19 kilometer (12 mil) yang diresmikan pada 2018 oleh Presiden Rusia Vladimir Putin adalah koridor darat militer dan sipil utama Moskwa ke semenanjung itu, yang dianeksasi dari Ukraina pada 2014.
“Karena itu harus dihancurkan. Tidak penting bagaimana – sukarela atau tidak”, kata Podolyak di media sosial, menyiratkan jembatan Kerch bisa menjadi target militer bagi pasukan Ukraina.
Instalasi militer Rusia di semenanjung tersebut baru-baru ini diguncang oleh ledakan, dengan Kementerian Pertahanan Rusia menyalahkan serangan minggu ini pada tindakan “sabotase”.
Ukraina belum secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang sepertinya berasal dari ledakan, tetapi pejabat politik dan militer telah menyindir insiden tersebut secara online dan menyiratkan bahwa pasukan Ukraina terlibat.
Prediksi serangan selanjutnya
Penasihat utama presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan mungkin ada lebih banyak serangan dalam “dua atau tiga bulan ke depan” serupa dengan serangan di Crimea.
Mykhailo Podolyak mengatakan Ukraina terlibat dalam serangan balasan yang bertujuan menciptakan “kekacauan di dalam pasukan Rusia”, dengan menyerang jalur pasokan pasukan Putin jauh ke dalam wilayah pendudukan.
Ukraina telah mengisyaratkan bahwa pihaknya berada di balik serangkaian serangan misterius dan menghancurkan di Crimea, yang diduduki, yang juga menghancurkan persimpangan kereta api utama untuk memasok pasukan Rusia dan pangkalan udara militer.
Beberapa ledakan pada Selasa (16/8/2022) tampaknya telah menghancurkan gudang amunisi Rusia dan gardu listrik sekitar 200 km dari garis depan dengan pasukan Ukraina. Rusia menyalahkan adanya penyabotase yang mengatur serangkaian ledakan.
Musim dingin yang sulit
Wali Kota Lviv Andriy Sadovyi memperingatkan penduduk di kota barat untuk bersiap menghadapi musim dingin yang sulit.
Dalam sebuah video yang diunggah ke akun media sosialnya, dia berkata: “Kemungkinan kita berada dalam musim dingin yang sulit. Ini logis – tidak mungkin ada sesuatu yang sederhana di negara yang berjuang untuk kemerdekaannya. Tapi kami harus bersiap untuk semuanya.”
Dia menambahkan bahwa pihak berwenang kota telah menyusun rencana aksi untuk keadaan darurat apa pun “yang mungkin timbul sebagai akibat dari serangan musuh”.
Sumber: Kompas.com