Sambut Pejabat Baru Kajati Sultra, Ali Mazi: Penegakkan Hukum Diharap Makin Baik

65
Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH, menyambut kehadiran pejabat baru Kajati Sultra Raimel Jesaja SH MH bersama wakilnya Subeno SH MH,. Foto: JGS/Frans Patadungan-Ari Ardiansyah.

KENDARI, suryametro.id – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi SH, menyambut kehadiran pejabat baru Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Raimel Jesaja SH MH bersama wakilnya Subeno SH MH, dalam acara Ramah Tamah Gubernur dan jajaran Pemerintah Daerah Provinsi, pada perjamuan di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Jumat 18 Maret 2022.

Turut hadir Ketua DPRD Prov Sultra H Abdurrahman Shaleh SH MSi dan seluruh unsur Forum Komando Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang diwakili oleh staf masing-masing, antara lain Wakil Kepala Kepolisian Daerah Prov Sultra Brigjen Pol Drs Waris Agono MSi, dan staf Komandan Korem 143/Halu Oleo.

Juga hadir perwakilan Badan Intelijen Nasional Daerah Prov. Sultra, perwakilan Badan Narkotika Nasional Prov. Sultra. Hadir pula Komandan Pangkalan TNI AU HLO Kolonel (Pnb) Andy F Piccaulima SSos, serta Komandan Pangkalan TNI AL Kendari yang diwakili staf.

Hadir pula Sekretaris Daerah Sultra Dr Hj Nur Endang Abbas SE MSi, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretaris Daerah Prov Sultra Hj Usna SKM, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Prov Sultra Dra Zanuriah, Kepala Biro Pemerintahan Sekretaris Daerah Prov Sultra Muliadi SST dan Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretaris Daerah Prov Sultra Rahmat Hasan SH.

Tanggal 2 Maret 2022, telah dilangsungkan pergantian pucuk pimpinan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, dari penjabat sebelumnya Sarjono Turin SH MH kepada penjabat baru Raimel Jesaja.

Proses pergantian pimpinan dalam tatanan organisasi pemerintahan, merupakan hal yang lazim dilaksanakan sebagai salah satu upaya penyegaran perangkat organisasi yang tetap berjalan dalam keselarasan dan keseimbangan sesuai tujuan organisasi itu sendiri. Demikan pula dalam tubuh organisasi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, menyambut baik dan mengapresiasi, sembari berharap semoga kinerja jajaran Kejaksaan Tinggi Sultra semakin baik sesuai dengan tugas dan fungsi Kejaksaan Tinggi, seiring dengan meningkatnya kualitas pelayanan penegakkan hukum bagi seluruh lapisan masyarakat, dalam rangka mendukung percepatan pembangunan daerah dan bangsa,” kata Gubernur Ali Mazi.

Kepada pejabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra yang baru, Raimel Jesaja, diucapkan Selamat Bertugas Kembali di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara. Semoga dapat meraih sukses dalam mengemban amanah, dan semoga bapak dapat pula meningkatkan energi posiitif yang mampu menumbuhkan semangat kerja yang jujur, ikhlas, tekun dan ulet (jitu) seluruh jajaran Kejaksaan Agung yang bertugas di daerah ini, dalam melaksanakan tugas pelayanan hukum, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, untuk bersama menghadirkan daerah Sulawesi Tenggara yang aman, maju sejahtera dan bermartabat.

“Melalui kesempatani ini, saya secara pribadi, dan atas nama Pemerintah Daerah serta mewakili seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, tak lupa menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sarjono Turin SH MH selaku pejabat lama Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, atas segala upaya, kerja keras, dan dedikasinya selama menunaikan tugas di Bumi Anoa Sultra, diiringi permohonan ma’af yang mendalam, apabila dalam berinteraksi selama ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati. Tak lupa kami mendoakan semoga beliau di tempat tugas yang baru, bersama keluarga semakin sukses,” kata Gubernur Ali Mazi.

Kondisi geografis wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara yang berciri kepulauan dan karakteristik masyarakatnya yang plural dalam kemajemukan suku, budaya, adat istiadat, agama dan struktur sosial ekonomi masyarakat, tentu akan menjadi tantangan tugas tersendiri bagi setiap pejabat penyelenggara negara yang bertugas di daerah ini.

Selain itu, kondisi Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga berakhir, meskipun jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir sudah mulai menurun. Akan tetapi persolaan pandemi masih menjadi tantangan dalam peyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Namun demikian, Gubernur Ali Mazi yakin dan percaya dengan berbekal kemampuan dan pengalaman yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, serta dilandasi komitmen pengabdian yang dimiliki, Raimel Jesaja, dapat menggapai kesuksesan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai Kajati Sulawesi Tenggara, sebagaimana yang dicapai oleh para pendahulunya.

Selaku pimpinan daerah, Gubernur Ali Mazi menitip harapan agar kiranya kerja sama sinergis antara jajaran Kejaksaan Tinggi Sultra dengan segenap jajaran Pemerintahan Daerah dan berbagai komponen masyarakat yang selama ini telah terjalin dengan baik, dapat terus ditingkatkan, utamanya dalam menyukseskan kebijakan program pembangunan daerah di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka mempercepat peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara berkelanjutan, dan bersama mewujudkan Sultra sebagai pilar utama masa depan Indonesia Maju.

Sudah Prosedural
Mantan Kajati Sultra Sarjono Turin dipindah sebagai Direktur Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Sedangkan Wakil Kejaksaan Tinggi Sultra Akhmad Yani berpindah posisi saja, masih dengan jabatan yang sama, sebagai Wakajati Kalimantan Selatan.

Perpindahan dua pimpinan Kejati Sultra itu dibenarkan secara prosedural. Kedua pimpinan tinggi di Kejaksaan Sultra telah melewati masa sebulan. Perpindahan tersebut sesuai dengan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia, Nomor 54 Tahun 2022. Surat Keputusan tersebut ditetapkan pada Jumat 18 Februari 2022.

Jaksa Agung RI, Prof Dr Burhanuddin SH MH menunjuk Raimel Jesaja, menjadi Kajati Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, Raimel Jesaja menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Raimel Jesaja dinilai mampu melaksanakan tugasnya meningkatkan kapabilitas dan integritas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Pria kelahiran Toraja yang berpenampilan low profile dan penuh disiplin ini, pada setiap kesempatan selalu menekankan kepada jajarannya untuk menunjukkan budaya kerja, mencurahkan kemampuan pengetahuan dan pengalaman sehingga menghasilkan capaian kinerja yang optimal.

Bahkan, Raimel selalu mengajak jajarannya untuk mewujudkan proses penegakan hukum yang adil, profesional, berhati nurani dan bermartabat yang senantiasa mengacu pada integritas luhur Tri Krama Wicaksana.

Tak cuma itu, saat menjabat sebagai Wakajati Sulsel, Raimel juga membangun dialog yang positif sebagai bentuk sinergitas sesama Forkopimda dan masyarakat sehingga tercipta situasi dan kondisi yang aman dan tentram di Provinsi Sulawesi Selatan.

Karir Raimel Jesaja mulai moncer saat ia dipercaya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan berdasarkan SK Jaksa Agung HM Prasetyo Nomor: Kep-018/A/JA/01/2017. Raimel pada saat itu menjabat sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (2015), mendapat promosi sebagai Kajari Jaksel menggantikan Sarjono Turin yang juga mendapat promosi sebagai Aspidsus Kejati DKI Jakarta.

Usai dilantik sebagai Kajari Jaksel, Raimel pun langsung tancap gas melakukan pembenahan internal‎ dan eksternal. Ia menggenjot kinerja para jaksa dan staf di Kejari Jaksel, baik dalam penanganan perkara maupun dalam hal administrasinya.

Saat memimpin Kejari Jaksel, Raimel terjun langsung melakukan pembenahan internal dan pembinaan serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Kejari Jaksel. Tak jarang Raimel menemui langsung para staf dan jaksa di ruang kerjanya untuk berdialog dan berkomunikasi tentang hambatan dan kemajuan terkait tugas, pokok dan fungsinya masing-masing sebagai aparat penegak hukum.

Raimel pula yang mempelopori pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Kejari Jakarta Selatan. Terkait dengan program itu, Raimel Jesaja pada 21 Agustus 2018 mengajak seluruh jajaran Kejari Jaksel menandatangani Pakta Integritas mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM.

Kerja keras dan tekad yang kuat Raimel dan jajaran Kejari Jaksel itu ternyata membuahkan hasil. Tahun 2019, Raimel mendapat penghargaan sebagai pelopor yang membawa Kejari Jaksel mendapatkan predikat WBK dan WBBM dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Atas prestasi dan kinerjanya selama 18 bulan memimpin Kejari Jaksel, maka pada 14 September 2019 Raimel mendapat promosi sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Jaksa Agung HM Prasetyo Nomor: Kep-158/A/JA/09/2019 tertanggal 14 September 2019.

Sebagai Aspidsus Kejati Sumsel, Raimel Jesaja kembali menunjukkan kinerjanya. Salah satunya, ia berhasil mengembalikan kerugian negara sebesar Rp5,3 miliar dari kasus dugaan korupsi pekerjaan jalan akses Bandara Atung Bungsu, Kota Pagar Alam Tahun Anggaran 2013.

Tak sampai setahun bertugas di Kejati Sumsel, Raimel mendapat promosi sebagai Koordinator pada satuan kerja Jampidum Kejaksaan Agung. Lalu pada tahun 2020 mendapat promosi sebagai Wakajati Sulut, tahun 2021 sebagai Wakajati Sulsel dan kini (2022) sebagai Kajati Sultra. (Adm)