Seminar Indonesia Maju di Jakarta, La Bakry Paparkan Potensi Aspal Buton

83
Bupati Buton, La Bakry paparkan potensi aspal Buton saat jadi pembicara di seminar nasional menuju Indonesia maju di Jakarta. Foto: Doc. Kominfo Buton/suryametro.id

JAKARTA, suryametro.id – Bupati Buton, La Bakry didaulat menjadi salahs atu pembicara dalam acara Seminar Nasional “Outlook 2021: Menuju Indonesia Maju”. Seminar Nasional yang bertemakan Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi tersebut diselenggarakan oleh Klikcoaching di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

“Tadi saya diundang menyampaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan ekonomi di diskusi yang dipelopori oleh kalangan milenial Jakarta,” kata La Bakry.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan beberapa poin penting dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan terutama ketersediaan tenaga pendidiknya. Selanjutnya, penunjang teknologi pembelajaran yang juga menjadi masalah bagi pemda di daerah, bukan hanya Buton, tapi juga mewakili hampir seluruh daerah-daerah di luar Jawa khususnya daerah terpencil.

“Kami tentu sangat senang dan antusias bisa menjadi salah satu pembicara pada kegiatan seminar nasional tersebut. Persoalan hampir sama, yakni ketersediaan tenaga kependidikan, teknologi pendidikan, dan akses internet yang belum memadai,” katanya.

Usai jadi pembicara di seminar nasional menuju Indonesia maju, Bupati Buton diberi cenderamata dari Klikcoaching. Foto: Doc. Kominfo Buton/suryametro.id

Menurut Ketua DPD Golkar Buton ini, Pemkab Buton dan jajarannya saat ini masih terus melakukan koordinasi secara sinergis dengan kementerian terkait karena dibutuhkan sinergitas dengan lintas kementerian untuk penyiapan infrastruktur dan lain sebagainya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, La Bakry juga sempat berbicara tentang potensi Aspal Buton yang kaitannya dengan peningkatan ekonomi karena akan memberi kontribusi pada Indonesia hari ini dan akan datang.

“Saya juga menyampaikan tentang prospek aspal kita dan juga faktor-faktor lain terutama yang berkaitan dengan kebijakan pemanfaatan produk-produk dalam negeri sesuai arahan Presiden Jokowi,” ungkap orang nomor satu di daerah penghasil aspal terbesar di dunia ini.

Di hadapan kalangan milenial, La Bakry memaparkan 80 persen aspal alam di dunia ada di Buton dengan cadangan aspal hampir mencapai 700 juta ton. Ada dua negara di dunia yaitu Indonesia dan Trinidad dan Tobago yang menyimpan cadangan aspal alam. Namun, faktanya untuk kebutuhan aspal nasional selama ini kita masih mengimpor aspal minyak dari luar negeri.

“Sejak Bupati sebelumnya dan tahun 2019 lalu saya bertemu Bapak Presiden Joko Widodo dan Menkomarves, Luhut Binsar Panjaitan. Arahan bapak Presiden agar aspal Buton dapat dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan aspal dalam negeri. Kita bangga dengan produk dalam negeri yaitu aspal Buton. Dengan penggunaan Asbuton, bukan hanya menjamin kualitas aspal nasional, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi penghematan devisa negara,” tutur Bupati.

Bupati Buton, La Bakry (tengah), anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah MSi MPA (kanan) dan staf Khusus Mensesneg RI, Widya Priyahita P. (kiri) diapit dua orang perwakilan Klikcoaching. Foto: Doc. Kominfo Buton/suryametro.id

Dikatakannya tahun 2021, Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan 1.000 km pengaspalan dan pemeliharaan jalan dengan menggunakan produk Aspal Buton. Ia berharap ke depan Aspal Buton terus mensuplay pemenuhan kebutuhan aspal di seluruh Indonesia sehingga akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan penduduk di daerah Eks Kesultanan Buton ini.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan selain ekonomi, banyak tantangan dari segi pendidikan dan kesehatan, namun kita terus berupaya agar pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan dapat terus dilakukan sebagai indikator penting dalam keberhasilan pembangunan.

“Tantangan di sektor pendidikan misalnya kita masih kekurangan tenaga guru yang sangat dibutuhkan untuk peningkatan sumber daya manusia, apalagi untuk menyesuaikan dengan sistem pendidikan saat ini, termasuk tantangan di era kemajuan teknologi yang semakin berkembang,” pungkasnya.

Bupati Buton, Drs La Bakry MSi memberikan cenderamata bergambarkan penenun tradisional Buton kepada penyelenggara seminar nasional. Foto: Doc. Kominfo Buton/suryametro.id

Sementara itu, Founder Klickcoaching, Budi Sugandi mengatakan kegiatan seminar nasional pihaknya sengaja mengumpulkan bupati, anggota DPR, pengamat, dan pemerhati untuk bersinergi dalam menghadapi krisis Covid-19, tapi tujuannya agar Indonesia bisa maju, sesuai dengan visi Presiden Jokowi.

“Kita kan anak muda punya spirit, punya tenaga, punya pemikiran, jangan diam selama Covid ini, tentu kita tetap menjaga protokol 3 M. Harus terus kita bangun api semangat dari seluruh lapisan masyarakat untuk bareng-bareng ke satu tujuan Indonesia Maju,” tuturnya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan Klickcoaching merupakan platform atau start up yang fokus untuk peningkatan SDM Indonesia. Ada training online dan offline untuk peningkatan SDM. Peserta seminar nasional ini berasal dari klickcoaching milenial dari siswa SMA, mahasiswa dan yang baru lulus.

Selain Bupati, pembicara pada sesi pertama seminar nasional ini antara lain Luluk Nur Hamidah, anggota Komisi IV DPR RI dan Widya Priyahita P. staf Khusus Mensesneg dan dipandu oleh moderator Reykha Pratiwi.

 

Advetorial