Soal Galian C di Wakatobi Terus Menuai Pro Kontra

128
Instansi Terkait Menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD. (Foto: Samidin/Suryametro.id)

WANGI-WANGI, suryametro.id – Tambang meterial bukan logam atau tambang galian C di kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara sejak beberapa tahun terakhir terus menuai pro kontra dari sejumlah pihak.

Beberapa pihak berpendapat, tambang galian C Jika dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada kerusakan lingkungan, pendapat lain mengatakan, jika tambang galian C dihentikan maka laju pembangunan di kabupaten Wakatobi pun akan tersendat. Gonjang-ganjing terkait hal itu mencuat solusi bahwa pembangunan di Wakatobi baik jalan maupun kebutuhan pembangunan rumah bagi masyarakat harus mengambil material dari luar Wakatobi.

Hal itulah yang membuat dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Wakatobi, Kamaruddin dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD, Selasa (27/4/2021) menyebut, tambang galian c di Wakatobi bagaikan buah simalakama, dilakukan mati bapak, tidak dilakukan mati ibu.

“Sekarang sudah bulan April tentu DAK kita yang ada di sekitar 28 miliar ini ada beberapa kegiatan yang sudah ditunda padahal sudah dikontrak, malah sudah ada pemenangnya juga yang lain tapi kami sudah tolak karena kalau kita lakukan kontrak baru materialnya juga sudah tidak ada akan berimplikasi kepada pelaksanaannya,”ungkapnya.

Ia menyebut jika solusinya mengambil material dari luar, dalam waktu singkat potensinya tidak memungkinkan sebab jika material terlambat jelas akan berimplikasi terhadap proyek yang sedang dikerjakan. Kegiatan pembangunan yang terhambat akan berpengaruh terhadap penyerapan anggaran.

“Manakala tahun ini progres DAK tidak tercapai maka DAK tahun depan itu kita tidak akan dapat. Kalau jangka panjang nya bagaimana nanti galian golongan C itu harus ada ijinnya tapi itu jangkanya panjang, kalau kita mau berharap itu kapan?,”cetusnya.

Selain itu, lanjut dia, kebutuhan akan material tambang galian C bukan hanya dibutuhkan oleh perusahaan yang menangani masalah jalan melainkan juga dibutuhkan oleh masyarakat untuk kebutuhan pembangunan rumah.

“Galian C ini bukan hanya kebutuhan jalan tapi masyarakat kita juga juga sudah resah kami didatangi terus oleh masyarakat. Karena kebanyakan pondasi masyarakat kita yang sudah dia buat ini bolong tidak ada isinya, olehnya itu mungkin di tempat ini Kita cari solusinya seperti apa sehingga semua ini bisa terlaksana dan tidak merusak lingkungan,”ucapnya.

Di saat yang sama, anggota dewan perwakilan rakyat besutan partai Golkar, Arman Alini menawarkan perlu adanya pengawasan secara terpadu yang dilakukan oleh seluruh instansi yang terkait.

“Kami menawarkan harus ada pengawasan terpadu, Wakatobi sebagai daerah taman nasional, disisi lain ada kebutuhan masyarakat kita. Saya kira solusi menurut hemat kami kita membuat rambu-rambunya, misalnya, menggali menimbun atau meratakan. Sekali lagi dengan kearifan dan disepakati secara bersama-sama,”ucapnya.

Reporter : Samidin