Soal Imbauannya ke KPU dan Bawaslu Muna, Camat Towea: Kalau Keliru Kita Tarik

476 views
Surat Imbauan Camat untuk KPUD dan Bawaslu Muna (kiri) - Camat Towea, La Saleha (kanan). Ist

RAHA, suryametro.id – Setelah viral hingga buat geram sejumlah guru, karena layangkan surat imbauan yang ditujukan ke KPU dan Bawaslu untuk tidak menjadikan guru khususnya di wilayah Kecamatan Towea, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), jadi penyelenggara pemilu, Camat Towea La Saleha akan kembali menarik surat imbauan tersebut.

La Saleha berdalih, penarikan surat imbauan itu, karena perlu untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu ke pimpinan daerah.

La Saleha juga mengaku, surat imbauan itu dikeluarkan, bertujuan agar para guru lebih fokus dan demi kelancaran proses pembelajaran di sekolah.

“Sebenarnya tidak melarang. Cuma maksudnya itu, supaya aktifitas di sekolah itu tidak terganggu,” ucap La Saleha, ditemui Jum’at (27/04/2024).

Baca Juga: Camat Towea Minta KPU dan Bawaslu Muna Tidak Rekrut Guru Jadi Penyelenggara Pemilu

Berdasarkan amatannya di Pemilu belum lama ini, banyak penyelenggara dari guru-guru sehingga proses pembelajaran di sekolah terganggu.

“Dengan melihat kenyataan dilapangan bahwa apabila semua guru terlibat sebagai penyelenggara pemilu, maka siapa yang akan ajar ini anak-anak di sekolah, apalagi kalau sudah melakukan pleno hingga kegiatan tahapan yang lainnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, tidak memiliki niatan lain hanya berharap KPUD maupun Bawaslu untuk mengatur dalam penerimaan guru-guru sebagai penyelenggara dalam menghadapi Pilkada ini.

“Walaupun dalam perekrutan PPK dan Panwaslu tidak mengantur tentang pembagian komposisi, namun berharap jangan diambil semua dari kalangan guru sebab banyak masyarakat yang mengadu tidak terkafer dalam perekrutan yang diselenggarakan oleh KPUD dan Bawaslu sehingga perlu diberi ruang masyarakat lain yang belum ada pekerjaannya,” ujarnya.

Kembali ia menegaskan atas nama pribadi dan Pemerintah Kecamatan Towea, surat imbauan itu bukan untuk melarang namun untuk memberikan pertimbangan demi kelancaran proses pembelajaran di sekolah.

“Silakan ikut berkompetensi, saya sebagai Camat tidak memiliki kewenangan untuk melarang itu, adapun mereka (Guru-guru) diloloskan oleh KPUD dan Bawaslu itu merupakan rezeki mereka,”

“Surat yang ditujukan di KPUD dan Bawaslu hanya bersifat penyampaian untuk menjadi pertimbangan, namun kalau itu dianggap sebagai kesalahan surat itu akan kami tarik kembali,” tegasnya menutup.

Penulis: Iman