Sosialisasi Tahap Akhir Tuntas, Program Hibah Jalan Daerah di Tomia Dimulai

608
Tim PHJD saat Menggelar Sosialisasi. (Foto: Samidin/suryametro.id)

Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wakatobi, telah selesai melakukan tahap sosialisasi di Pulau Tomia yang kedua kalinya dan telah dinyatakan tuntas. Pekerjaan proyek yang menelan anggaran Rp37 Milyar ini sudah mulai teken kontrak bersama pihak perusahaan pemenang tender sejak Maret 2021.

Dalam sosialisasi dan konsultasi publik PHJD tahap akhir yang digelar, Jum’at (12/3/2021) kemarin, dihadiri oleh instansi terkait diantaranya, Dinas Perhubungan Kabupaten Wakatobi, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemerintahan Desa (DP3APMD), Sekretaris Camat Tomia Timur, Sekretaris Camat Tomia serta seluruh Lurah dan Kepala Desa sepulau Tomia.

Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Kabupaten Wakatobi, Munafar saat menjelaskan tentang proyek tersebut mengatakan, proyek perbaikan jalan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini akan dibangun sepanjang ruas total 16,5 km, yang terdiri dari 3 ruas yaitu, Bandara-Waitii-Onemay, Usuku-Bandara, dan Usuku-Dete-kulati.

“Dengan masuknya PHJD ini jangan diartikan bahwa semua ruas jalan di Pulau Tomia akan dihotmix. Pengerjaan jalan akan disesuaikan berdasarkan kondisi jalan, jika kondisi jalan sudah sangat rusak maka jalan tersebut akan dilakukan Rehabilitasi,” katanya.

Rehabilitasi maksudnya, jalan yang rusak akan dibongkar dan dilakukan penggaspalan menggunakan aspal yang berkualitas tinggi seperti aspal Hotmix. Selain itu, pemeliharaan berkala yaitu Melapis ulang Jalan eksisting untuk memelihara dan mempertahankan kekuatan dan mengantisipasi kerusakan yang akan datang.

Peserta Sosialisasi (Foto : Samidin/Suryametro.id)

“Selain Rehabilitas dalam pengerjaan PHJD ini Terdapat Peningkatan, Pemeliharaan Berkala, Backlog of Minor Works (BMW), Pemeliharaan Rutin. Proyek pengerjaan jalan juga akan dikerjakan dengan pendekatan long segment agar semua ruas jalan mendapat penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi jalan,” tambahnya.

Ia melanjutkan agar diketahui oleh masyarakat bahwa Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) adalah pemberian hibah dari Pemerintah kepada Pemerintah Provinsi/Kabupaten yang bersumber dari APBN Rupiah murni. PHJD sebagai suatu upaya percepatan pencapaian target kondisi jalan mantap di Kawasan Strategis Nasional (KSN). PHJD ini dimaksudkan juga sebagai insentif kepada Pemerintah Provinsi/Kabupaten untuk dapat melaksanakan peran dan tanggung jawabnya dalam penyelenggaraan penyediaan pelayanan sektor jalan kepada masyarakat.

“Jadi program ini bukan bantuan dari Pemerintah Australia melainkan dari APBN murni, keterkaitannya dengan Australia karena dalam pengerjaannya jalan PHJD Pemerintah Indoenesia melibatkan KIAT dalam hal kontruksi, menajemen dan pengelolaannya, seperti halnya yang pernah dilakukan oleh hibah Australia murni di lombok yang dianggap sukses,” jelasnya.

Tim PHJD saat Melakukan Survey Lapangan

Selain itu, prasyarat mendapatkan dana hibah ini, Pemerintah Provinsi/Kabupaten harus melakukan pembiayaan terlebih dulu dengan mengalokasikannya di dalam APBD tahun anggaran berjalan. Selanjutnya, akan dilakukan verifikasi atas output yang telah ditetapkan dan kemudian penggantian/pencairan hibah akan dilakukan dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada Pemerintah Provinsi/Kabupaten melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) berdasarkan rekomendasi teknis dari Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) atas hasil verifikasi.

“Jadi anggaran yang digunakan dalam pengerjaan ini memakai terlebih dahulu APBD setelah proses pengerjaan selesai ABPD yang telah kita gunakan akan digantikan sesuai dengan hasil dan kualitas pekerjaan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, General Superintendent proyek PHJD, Suwanto mengatakan, pelaksanaan PHJD di mulai dengan mendatangkan alat-alat dan bahan yang dibutuhkan. Sementara ini alat-alat dan bahan-bahan tersebut sudah dalam perjalanan dalam waktu dekat prosek pengerukan jalan sudah akan dimulai.

“Sekarang ini fokus kami datangkan material terlebih dahulu dari Moramo. Kalau sudah ada material itu Insyaallah kami langsung mulai,” cetusnya.

Advertorial