Sukseskan Program PEN, Pelaku UMKM di Konsel Bakal Dapat Bantuan Pinjaman

64
Bupati Konsel H Surunuddin Dangga saat rapat bersama OPD dan Camat se Konsel - Foto: Udin/suryametro.id

ANDOOLO, suryametro.id – Masyarakat usaha produktif perseorangan, atau badan usaha yang bergerak dibidang usaha ultra mikro, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), bakal mendapatkan bantuan pinjaman hingga Rp 20 juta. Program ini bagian dari kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hal tersebut, dalam rangka mendukung kebijakan keuangan negara, untuk penanganan pandemi corona, sekaligus stabilitas sistem keuangan, serta penyelamatan ekonomi ditengah pandemi covid-19. Dengan cara menggerakkan sektor riil, yang menunjang pertumbuhan ekonomi daerah, melalui skema pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konsel, bekerjasama dengan satuan kerja Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dengan besaran dana pinjaman atau kredit lunak bagi setiap usaha UMKM, melalui skema pembiayaan dari Pegadaian, PNM atau Lembaga Linkage yang ditunjuk PIP ini, mulai dari Rp 5 Juta hingga Rp 20 Juta.

“Kita sudah jajaki kerjasama dengan PIP Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu RI, untuk pemberian pinjaman kredit lunak bagi pelaku usaha ultra mikro. InsyaAllah bulan Juli 2021 sudah bisa direalisasikan,” ungkap H Surunuddin Dangga, Bupati Konsel dalam rapat yang diikuti para pimpinan OPD dan Camat se-Konsel di Kantor Bupati, Jumat (4/6/2021)

Lanjutnya, penyaluran kredit akan diberikan kepada para pelaku usaha UMKM yang telah terdaftar sebagai calon penerima, yang diusulkan oleh seluruh Pemerintah Kecamatan, bersinergi bersama instansi terkait. Jadi, mulai hari ini semua pro aktif mendata warga yang memiliki usaha dan layak dibantu.

“Pada bulan Juli, kita akan mengundang perwakilan usahawan masing-masing Kecamatan untuk mengikuti kegiatan Bazar bertajuk “Gelar UMKM Konsel 2021″, sekaligus pemberian pelatihan kewirausahaan dan pencanangan program bantuan kredit dimaksud oleh PIP, yang juga bakal dihadirkan pada acara tersebut,” ungkapnya.

Adapun alasan mengapa bantuan menyasar pelaku UMKM, dikarenakan memiliki peranan penting dalam pertahanan perekonomian bangsa, dengan posisi masih bertahan dan menjadi solusi pemenuh kebutuhan meski dalam situasi pandemi covid-19.

“Namun tetap terdampak, dengan menurunnya volume pendapatan mereka. Untuk itu kita menggandeng Satker PIP agar memberikan pinjaman permodalan kepada pelaku usaha mikro. Dengan harapan mereka mampu melewati tekanan ekonomi, akibat dampak pandemi tersebut sekaligus pengembangan usahanya. Termasuk mampu menaikan daya beli masyarakat,” tandasnya.

Untuk diketahui, mereka yang didefinisikan sebagai kategori usaha mikro, yakni usaha yang asetnya maksimal senilai Rp 50 juta seperti pedagang kaki lima, pedagang pasar, kuli angkut, asongan, penjual kue, penjahit, perbengkelan, meubel, home industri, kuliner, fashion, agribisnis dan lain sebagainya.

Reporter: Udin