Sultra Kirim Tanah Keraton Buton dan Air Suci Sangia Nibandera Untuk IKN

130 views
Plt Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse turut serta mendampingi Gubernur Sultra, H Ali Mazi antarkan tanah dan air dari Sultra untuk IKN. Doc. suryametro.id

KENDARI, suryametro.id – Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil air suci Sangia Nibandera di Kerajaan Mekongga Kolaka dan tanah dari Keraton Kesultanan Buton untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim). Tanah dan air tersebut sudah dikirim untuk dikumpulkan bersama daerah lain.

“Sudah (dikirim). 2 kilogram tanah diambil dari Keraton Buton dan 2 liter air diambil dari kendi suci Sangia Nibandera,” kata Sekda Provinsi Sultra, Nur Endang Abbas dikutip dari detik.com, Minggu (13/3/2022).

Nur Endang Abbas mengungkapkan, walaupun instruksi permintaan tanah dan air terbilang mendadak, Pemprov Sultra bisa merespon cepat permintaan Istana Negara terkait permintaan tanah dan air untuk IKN di Kaltim.

“Hasil rakor dengan Istana, pengambilan tanah dan air mengikuti kreatifitas masing-masing daerah,” ujarnya.

Usai mendapatkan instruksi, Pemprov Sultra melakukan rapat membahas pemintaan Istana tersebut. Sehingga, Kolaka dan Buton menjadi lokasi pengambilan tanah dan air sakral untuk IKN.

“Historis kita kan dari kepulauan dan daratan, di kepulauan (Buton) ada kerajaan dan di daratan (Kolaka) juga ada kerajaan,” paparnya.

Permintaan tanah dan air untuk IKN di Kaltim tersebut, diambil oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dan tokoh adat masing-masing dengan ritual adat nan sakral yang dimiliki oleh masyarakat setempat pada Jumat (11/3/2022).

Ia mengungkapkan, untuk tanah diambil dari tanah Lele Mangura di kawasan Makam Sultan Buton Pertama, Sultan Murhum Kaimuddin di Komplek Kerajaan Buton, Baubau yang dipimpin Plt Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse dan tokoh adat setempat.

“Proses pengambilan tanah sangat luar biasa sakral,” ujarnya.

Sedangkan air diambil dari Kendi Air Suci Makam Raja Sangia Nibandera di kawasan Makam Sangia Nilulo Kerajaan Mekongga di Kabupaten Kolaka. Ritual pengambilan, dipimpin Wakil Bupati Kolaka Muhammad Jayadin dan Bokeo (Raja) Kerajaan Mekongga.

“Air itu diambil hanya diperuntukkan (kegiatan) secara khusus untuk hal-hal tertentu, makanya itu (pengambilan air untuk IKN) sangat sakral,” ujar dia.

Bahkan, lanjut dia, biasanya kondisi saat ini air di dalam kendi tersebut seharusnya kering. Namun, saat akan diambil untuk IKN, kendi itu memiliki banyak air dan bersih, sehingga air yang dibawa untuk IKN merupakan air pilihan.

“Secara tidak sengaja aura atau atmosfer pada proses pengambilan tanah dan air itu terasa, rupanya leluhur kita mendukung apa yang dilakukan pemerintah,” kata dia.

Dengan itu, ia berharap, dengan adanya tanah dan air Bumi Anoa di IKN Kaltim, Pemprov Sultra bisa menjadi fokus perhatian pemerintah dalam memajukan bangsa Indonesia. (adm)