Tanah Abang Diobral! Kios Dulu Rp 250 Juta Kini Rp 15 Juta

38
Ruko Pasar Tanah Abang. (Foto: CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

JAKARTA, suryametro.id – Harga sewa kios di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat kini sedang mengalami koreksi dalam, bahkan bisa dibilang hancur lebur. Bagaimana tidak, penurunan harganya bisa berkali-kali lipat dibanding waktu normal. Ketika pada masa kejayaan sekitar 10 tahun lalu, harga sewa kios di Pasar Tanah Abang mencapai ratusan juta, kini hanya puluhan bahkan belasan juta rupiah saja.

“Blok A dan B dulu sempat menyentuh Rp 200 juta sampai Rp 250 juta per blok atau luas 2m2 x 2m2 untuk penyewaan satu tahun, sekarang mungkin di bawah Rp 100 juga belum tentu ada yang mau. Apalagi Pusat Grosir Metro Tanah Abang bisa sampai Rp 500 juta dulu,” kata Tokoh Pedagang Pasar Tanah Abang Yasril Umar, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (27/7/21).

Penyebab penurunan harga adalah permintaan terhadap kios yang sedikit. Jangankan menerima penyewa baru, untuk pedagang lama saja banyak yang sudah tidak kuat membayar biaya sewa dan memilih keluar meninggalkan Tanah Abang. Alhasil, stok kios menumpuk dan harga kios pun mengalami penurunan secara dalam.

Terpuruknya harga kios juga mudah ditemui di banyak situs jual beli online. Di OLX, setidaknya ada 30 kios yang ditawarkan pemilik untuk penyewaan. Harganya pun saat ini sudah jatuh, misalnya blok A dan B yang semula memiliki banderol hingga Rp 250 juta, kini harga sewanya ada yang hanya belasan juta.

“Disewakan kios Blok B Lantai 2 Blok D No 92, Tanah Abang, Luas 4 m2, dapat digunakan untuk toko dagang /gudang/ online shop/ dll, Harga 15 juta / tahun,” tulis pemilik kios A Khin.

Ada juga yang menyewakan kios di Blok A tanah Abang berlokasi di lantai 2 Los E no 28 dengan harga Rp. 16 juta. Sementara ada juga yang menyewakan di Blok A, lantai B 1 Los E no 105 – 106 dengan harga Rp 20 juta.

Harga sewa kios bergantung dari lokasi dan luasnya. Semakin strategis, maka harganya pun bisa lebih tinggi. Sehingga, masih ada yang menaruh harga di atas Rp 50 juta per tahun. Hal ini diungkapkan oleh seorang pemilik kios yang enggan disebutkan namanya.

“Los C saya sewakan Rp 70 juta, yang di blok B Rp 65 juta, itu net ya. Dan harus dibayar sekaligus, karena pengalaman dicicil nagihnya susah minta ampun, gironya kosong. Kan ada yang dicicil, tapi harga dinaikkan Rp 5 juta atau berapa, tapi saya net aja dan sekaligus di awal,” kata pemilik kios itu.

(cnbcindonesia.com)