Tidak Dilayani Dokter Hingga Pasien Meninggal, Keluarga Mengamuk di RSUD Muna

MUNA, suryametro.id – Aksi seorang keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Baharuddin Kabupaten Muna, Sulawesi Tengggar bernama Rian, mendadak viral setelah sebuah rekaman video amatari warga tersebar luas di sejumlah akun media sosial.

Dalam rekaman berdurasi singkat itu, memperlihatkan seorang keluarga pasien mengamu di depan lobi rumah sakit. Amukannya itu, dipicu karena lambatnya pelayanan medis dari dokter, hingga berakibat pasien meninggal dunia.

Aksi itu sontak membuat heboh rumah sakit. Beberapa petugas keamanan rumah sakit dan keluarga pasien lainnya, berupaya menenangkan pelaku yang sudah tersulut emosi.

Sebelum peristiwa itu terjadi, pelaku yang merupakan keluarga dari pasien yang meninggal, sempat beberapa kali mencari keberadaan dokter dan perawat rumah sakit untuk menangani pasien yang sedang kritis.

Namun bukannya ditanggapi, sang dokter justru memarahi pelaku karena mencari dokter tanpa mengikuti prosedur rumah sakit.

“Saya kalau tidak mohon-mohon ke dokter, tidak akan dia datang lihat ini saya punya kakek. Gara-gara saya baku cari dengan dokter, pas saya datang kakekku sudah meninggal,” kenang Rian ditemui di rumah duka.

Sementara itu, pihak rumah sakit mengatakan, apa yang dituding keluarga pasien terkait lambatnya pelayanan dianggap tidak tepat. Pasalnya, seluruh prosedur yang berlaku untuk penanganan pasien, telah dilakukan dengan baik.

Humas RSUD dr Baharuddin Muna, Wa Ode Muslimat mengungkapkan, saat itu pasien tersebut datang dengan kondisi kritis akibat penyakit komplikasi.

“Ada gula, jantung, hipertensi dan struk. Nah sebenarnya kita sudah berikan pelayanan maksimal. Contohnya kita mau pasang alat bantu untuk pasien bisa makan, tapi keluarga pasien menolak, kita mau pasang oksigen juga, katanya mereka masih bagus pernapasannya. Dan penolakan itu, kami punya bukti yang mereka tanda tangani. Jadi tudingan kita tidak beri pelayanan itu tidak benar,” tegas Muslimat.

Menanggapi aksi amukan keluarga pasien itu, pihak rumah sakit masih harus berkoordinasi dengan jajaran pimpinan rumah sakit.

“Untuk langkah selanjutnya, kita akan koordinasikan dulu,” jawab Muslimat menutup.

 

Editor: Adhil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top