Tiga Mahasiswa Baubau Klarifikasi Diduga Peras Pemilik Rumah Makan

29
Pemilik rumah makan sambalado dan ketiga oknum diduga mahasiswa berpose bersama usai melakukan klarifikasi (Foto: suryametro.id/Putra)

BAUBAU, suryametro.id – Tiga mahasiswa Kota Baubau, mendatangi pemilik rumah makan Sambalado, untuk melakukan klarifikasi tekait adanya dugaan pemerasan. Sekaligus meminta maaf, karena adanya miskomunikasi antara mahasiswa dan pemilik warung makan Sambalado.

Sebelumnya, kelompok mahasiswa itu berbekal rekaman video rumah makan yang tidak layak, karena terdapat cacing di makanan. Sehingga, dengan vidio tersebut, ke tiga oknum mahasiswa itu melakukan pemerasan, dengan melakukan pengancaman menyebarkan dan melaporkan pemilik warung ke pihak kepolisian hingga memberitakan ke media massa.

Dengan adanya tersebut, para mahasiswa memberikan klarifikasi ke pemilik warung makan, bahwa saat itu hanya miskomunikasi semata. Adanya isu terdapat cacing didalam makanan, bukan direkam di lokasi rumah makan Sambalado melainkan di lokasi berbeda.

“Kami sudah bersepakat dengan pemilik rumah makan, untuk saling memaklumi kejadian tersebut, terkait video itu tidak direkam di sini melainkan ditempat lain. Video itu hanya sebatas aspirasi saja,” ungkap Yogi, salah satu mahasiswa itu.

Lanjutnya, ia juga mengapresiasi pemilik rumah makan yang sudah menerima untuk mencari titik permasalahan. Ia juga berharap agar dengan adanya pemberitaan klarifikasi ini bisa mengembalikan nama baik pihak-pihak yang merasa dirugikan dan warung makan sambalado ditengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat Kota Baubau.

“Terkait surat pernyataan (SP) aksi yang diantarkan oleh oknum yang tidak diketahui siapa dan mengantarkan ke rumah makan beberapa waktu lalu, kami tidak tahu menahu,” jelasnya

Ditempat yang sama, pemilik rumah makan sambalado Amin, mengapresiasi jiwa kesatriaan ketiga oknun tersebut dengan mau datang kembali untuk melakukan klarifikasi terkait isu yang dianggap tidak benar saat itu. Pihaknya juga mengaku hanya sebatas miskomunikasi semata. Ia juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali baik di tempat miliknya maupun di tempat lainnya.

“Terkait uang yang diberikan, kami sepakati bersama tidak ada unsur pemerasan, melainkan sebagai pemberian secara ikhlas, kami sudah saling memaafkan dan anggap masalah ini selesai,” jelasnya.

Kemudian, terkait makanan yang ada ditempatnya tersebut, ia menjamin bahwa makanannya aman dan layak dikonsumsi.

“Saya pastikan, makanan disini semua itu baru dan tidak ada makanan yang disimpan buktinya dalam sehari kami memasak empat kali sehari jadi tidak ada makanan lama,” tuturnya.

Pantauan suryametro.net, pertemuan saat itu diakhiri dengan minum teh bersama dan saling bersalaman sebagai tanda bahwa masalah saat itu telah dianggap selesai.

Reporter : Putra
Editor: Herman Erlangga