Tim PKM Politenik Baubau Hadirkan Inovasi ‘MAIMO’ di Puksemas Banabungi

BAUBAU, suryametro.id – Demi memaksimalkan pelayanan kesehatan terhadap balita, tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dosen Jurusan Kesehatan Politeknik Baubau menghadirkan inovasi Mari Ikut Meriayahkan Posyandu (MAIMO).

Inovasi MAIMO dihadirkan oleh tim PKM dosen Politeknik Baubau di Puskemas Banabungi, Selasa (22/3/2022).

Ketua tim PKM, Sutrisna Altahira, S.ST., M.Kes mengungkapkan, pada pengabdian kali ini timnya fokus pada pos pelayanan terpadu (Posyandu) balita. Karena saat ini, Indonesia sedang melakukan pemerataan keberadaan posyandu untuk mendukung visi Indonesia bebas stunting.

Sutrisana menyebutkan, salah satu tujuan posyandu adalah memudahkan memantau keadaan gizi anak balita dan membantu pencegahan dini masalah gizi. Sehingga inovasi MAIMO dihadirkan untuk meningkatkan cakupan kunjungan posyandu balita serta meningkatkan pengetahuan kader melalui inovasi MAIMO.

“Kami berharap, inovasi MAIMO ini dapat menjadi jargon posyandu di Kabupaten Buton. Karena kami menganggap inovasi MAIMO bisa bermanfaat menjadi media informasi antara kader dan peserta posyandu balita,” terangnya kepada suryametro.id.

Ia menjelaskan, MAIMO merupakan bahasa ajakan yang berasal dari daerah pulau Buton, kata MAIMO memiliki arti ‘Marilah’. Sehingga timnya mengambil bahasa MAIMO agar lebih mudah untuk dipahami, oleh sasaran dalam inovasi ini yaitu kader posyandu dan ibu balita.

“Inovasi MAIMO adalah inovasi yang kami ambil dari Bahasa daerah Pulau Buton yang berarti (Maimo = Marilah). Dalam inovasi maimo ini kader mengantar-jemput sasaran posyandu balita dari rumah ke rumah dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sehingga hal ini menjadi salah satu strategi yang bisa meningkatakan cakupan kunjungan Posyandu dan pemerataan posyandu balita, sebab tidak ada alasan bagi ibu balita untuk tidak hadir ke posyandu,” ungkap Sutrisna.

“Dalam inovasi MAIMO, kami juga menyedian wahana posyandu balita dengan membuat dekorasi balon warna warni, menyediakan mainan bayi, serta memutarkan lagu anak– anak pada saat di Posyandu Balita,” tambahnya.

Sutrisna mengatakan, kunjungan balita ke Posyandu adalah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan misalnya penimbangan, imunisasi, penyuluhan gizi, dan lain sebagainya. Kunjungan balita ke posyandu yang paling baik adalah teratur setiap bulan atau 12 kali pertahun.

Dalam tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melibatkan Dosen Politeknik Baubau Jurusan Kesehatan, diantaranya Sutrisna Altahira, S.ST., M.Kes (Ketua), Hilda Sulistia Alam, S.ST., M.Tr.,Keb (Anggota), Sapril, S.K.M., M.Sc (Anggota), Asriadi, S.K.M., M.Kes. (Anggota), Sitti Aisyah Ansi, S.ST., M.Kes (Anggota), dan Andi Trisari Aseh Manjaruni (Mahasiswa).

Penulis: La Ode Muh. Abiddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top