Tinggi Gelombang Hingga 6 Meter, Nelayan dan Pemilik Jasa Transportasi Laut di Sultra Diminta Waspada

57
Ilustrasi - Kapal nelayan diterjang gelombang tinggi. (ANTARA/Rahmad)

KENDARI, suryametro.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika meminta kepada seluruh pelaku pelayaran dan nelayan di perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi berkisar 1,5 hingga mencapai 6 meter.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Kendari, Sugeng Widarko melalui keterangan tertulisnya Sabtu (25/06/2022) mengatakan, berdasarkan hasil analisa pihaknya, tinggi gelombang di perairan Sultra mencapai 1,5 sampai 4 meter bahkan pada wilayah perairan tertentu tinggi gelombang bisa mencapai 6 meter utamanya pada 28 Juni mendatang.

“Tinggi gelombang 4-6 meter kategori gelombang sangat tinggi berpotensi terjadi di wilayah Laut Banda Timur Sultra bagian utara, timur, barat dan selatan. Untuk perairan utara Wakatobi bagian timur, gelombang tinggi diprediksi terjadi pada 28 Juni 2022,” katanya dikutip dari Antarasultra.com

BMKG mengidentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan dan tinggi gelombang dalam tiga hari ke depan di sebagian wilayah kabupaten/kota dan perairan Sulawesi Tenggara.

Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer seperti adanya indek SOI dan ENSO signifikan (Lanina Moderate) dan massa udara basah lapisan rendah terkonsentrasi di wilayah Sulawesi Tenggara sampai lapisan 700 mb mencapai 70 – 90 persen.

Selanjutnya, indeks labilitas yang bernilai signifikan dan pola konvektif skala lokal di wilayah Sulawesi Tenggara, beserta hangatnya suhu muka laut sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan cukup tinggi di wilayah provinsi tersebut.

“Berdasarkan pantauan pergerakan angin atau streamline-nya terpantau pergerakan angin dari Timur Laut hingga Tenggara memasuki Laut Banda Timur Sulawesi, Perairan Wakatobi hingga Perairan Baubau dengan kecepatan angin kurang lebih 20 knot,” ujar dia.

Dia menjelaskan, potensi cuaca berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 20 knot dapat menyebabkan potensi gelombang tinggi 1,25 meter sampai 4 meter bahkan hingga 6 meter di perairan tertentu.

BMKG menyebut potensi gelombang tinggi 1-4 meter dapat terjadi pada hari ini di perairan Banggai bagian selatan, Perairan Teluk Tolo bagian timur, Perairan Manui Kendari bagian barat dan timur, Perairan Baubau bagian utara dan selatan, Perairan selatan Wakatobi bagian barat, Perairan utara Wakatobi bagian barat, Laut Banda Timur Sultra bagian utara, barat dan timur, Laut Band Timur Sultra bagian Selatan, Perairan Selatan Wakatobi bagian Timur, dan Perairan Utara Wakatobi bagian Timur.

Selanjutnya, pada 26 Juni potensi gelombang tinggi 2 meter dapat terjadi di Perairan Banggai bagian selatan, Perairan Teluk Tolo bagian timur, Perairan Manui Kendari bagian barat dan timur, Perairan Baubau bagian utara, Perairan selatan Wakatobi bagian barat dan timur, Perairan utara Wakatobi bagian barat dan timur, Laut Banda Timur Sultra bagian utara, barat, selatan dan timur.

Kemudian pada 27 Juni, potensi tinggi gelombang 2 meter sampai 4 meter dapat terjadi di Perairan Manui Kendari bagian timur, Perairan Baubau bagian utara dan selatan, Perairan selatan Wakatobi bagian barat, Laut Banda Timur Sultra bagian utara dan timur, Laut Band Timur Sultra bagian barat dan selatan, Perairan selatan Wakatobi bagian timur, Perairan utara Wakatobi bagian barat dan timur.

Sugeng menyampaikan, sementara potensi gelombang tinggi mencapai 2-4 meter pada 28 Juni juga dapat terjadi di Perairan Banggai bagian selatan, Perairan Teluk Tolo bagian barat dan timur, Perairan Baubau bagian utara, Perairan Manui Kendari bagian barat dan timur, Perairan Selatan Wakatobi bagian Barat dan Timur, dan Perairan utara Wakatobi bagian barat.

“Lalu pada 28 Juni pula, potensi gelombang 4-6 meter dapat terjadi di wilayah Laut Banda Timur Sultra bagian utara, timur, barat dan selatan dan perairan utara Wakatobi bagian timur,” jelasnya.

BMKG Sulawesi tenggara mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai dampak cuaca ekstrem dan meminta untuk selalu memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.

Selain itu, Sugeng meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi yakni Perairan Banggai, Perairan Teluk Tolo, Perairan Manui Kendari, Perairan Baubau, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Sultra agar tetap selalu waspada.

“Masyarakat agar tetap memperbarui informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik,” kata Sugeng. (Adm)