‘Ulang Tahun Corona’: Kabar Pasien 01-Mutasi B117 Masuk Indonesia

45
Foto: Ilustrasi Corona (Edi Wahyono)

JAKARTA, suryametro.id – Terhitung hari ini sudah genap setahun Corona mewabah di Indonesia. Pasien kasus 01 virus Corona, Sita Tyasutami mengungkap kabar terkininya. Pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan mengungkap kasus mutasi Corona B117 sudah masuk Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Sita dan ibunya diumumkan sebagai pasien pertama Corona oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 di Istana Negara. Mereka kemudian dirawat selama dua minggu lebih di RSPI Sulianti Saroso.

Meskipun sudah setahun berlalu, Sita Tyasutami mengaku bahwa ia masih kerap mendapat hujatan. Bahkan, hujatan itu lagi-lagi ia terima tepat setahun Corona.

“Sampai sekarang pun aku pun masih mendapat hujatan. Sampai sekarang ini. Apalagi satu tahun Corona ini. Jadi orang-orang masih mencari lagi siapa lagi yang bisa disalahkan,” kata Sita, Selasa (2/3/2021).

Sita mengingatkan bahwa budaya masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Menurutnya, pandemi Corona semestinya membuat orang kembali kepada budaya tersebut.

“Indonesia kan budayanya gotong royong. Mestinya dengan adanya pandemi ini kita kembali ke gotong royong. Sama-sama saling support. Bukan saling hujat,” ucapnya.

Sita masih bisa mengingat momen ketika dirinya dinyatakan positif Corona. Dia menyebut itu sebagai masa yang berat sekali untuknya.

“Pas banget ini setahun. Aku inget betul perasaan saat itu. kaget, syok, sedih dengan segala pemberitaan yang miring,” tuturnya.

“Masa itu menjadi masa yang berat banget bagi saya dan sekeluarga,” imbuhnya.

Kini Sita menyibukkan diri untuk beragam kegiatan, dari menjadi manajer band hingga menari. Selain itu, usai sembuh dari Corona, dia mengubah gaya hidupnya agar lebih sehat.

“Aku pribadi mengubah lifestyle-ku. Hidup sehat, olahraga rutin, tidur cukup. Karena kita punya tubuh yang mesti dijaga,” ujarnya.

Namun, sebagai catatan, label pasien 01 ialah kasus yang pertama kali diumumkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk kapan kasus pertama Corona di Indonesia muncul masih menjadi perdebatan.

Sebelum Sita, sempat ada berita seorang pegawai PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) wafat akibat terinfeksi Corona.

Di hari yang sama, pemerintah mengumumkan temuan kasus mutasi Corona. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan virus Corona mutasi dari Inggris telah masuk ke Indonesia. Dante menyampaikan terkonfirmasi ada dua kasus mutasi Corona dari Inggris.

“Ada berita yang saya terima dari 1 tahun kita melakukan refleksi, kalau 1 tahun yang lalu kita menemukan kasus 01 dan 02 COVID-19, tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa dalam tepat satu tahun hari ini kita menemukan mutasi B117 UK Mutation di Indonesia. Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan dua kasus,” kata Dante dalam acara Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi, yang disiarkan di YouTube Kemenristek/BRIN, Selasa (2/3/2021).

Dante menyebut ditemukannya kasus baru mutasi dari Inggris menambah tantangan baru bagi penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Air. Ia mengatakan epidemiolog diminta mengembangkan riset yang semakin cepat.

“Artinya apa, artinya kita akan menghadapi pandemi ini dengan tingkat kesulitan yang semakin berat. Dari 462 yang sudah kita cek di seluruh Nusantara dalam beberapa bulan ini, kita sudah menemukan dua kasus tadi malam dan refleksi itu akan membuat tantangan baru ke depan untuk lebih mengembangkan proses-proses yang berkaitan dengan riset yang semakin cepat, studi-studi epidemiologis secara analitis, karena proses mutasi ini sudah ada di sekitar kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dante meminta masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan pandemi COVID-19, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Di samping itu, pemerintah diminta terus melakukan upaya inovasi untuk menangani pandemi COVID-19.

“Kita tidak pernah bisa tahu kapan proses ini akan berjalan. Ini adalah bagian dari satu proses yang terjadi di dalam kehidupan sejarah umat manusia, apakah nanti kita akan tetap berjalan pada situasi budaya dan kehidupan seperti ini kita masih belum tahu, tapi kita bertumpu pada apa yang dilakukan teman-teman di dalam riset untuk melakukan inovasi yang mempunyai model-model akselerasi yang makin cepat kalau sekarang kita menemukan alat diagnosis dan screening. Beberapa waktu ke depan kita menemukan kolaborasi dalam bentuk vaksin nasional dan bukan tidak mungkin kita menemukan obat-obat yang mungkin akan bisa memberikan aspek positif untuk menyembuhkan dan terapi yang maksimal pada COVID-19,” ujar Dante.

Sementara itu, Satgas COVID-19 menegaskan bahwa pemerintah saat ini langsung melakukan penjagaan di pintu kedatangan dari luar negeri.

“Saat ini pemerintah telah melakukan surveilans kedatangan dari luar negeri untuk mencegah masuknya strain COVID-19 di pintu masuk Indonesia. Selanjutnya merupakan tanggung jawab kita semua untuk tetap mencegah penularan terjadi di tengah masyarakat dengan disiplin melakukan protokol kesehatan,” ujar juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers, Selasa (2/3/2021).

Wiku mengatakan kesiapsiagaan terhadap peluang ancaman ketahanan negara perlu menjadi perhatian utama seluruh lapisan masyarakat. Wiku mengatakan kunci penanganannya adalah gotong royong.

“Saya harap penanganan COVID-19 di Indonesia ke depan dapat semakin meningkat dengan koordinasi terus ditingkatkan antara pusat dan daerah. Keberhasilan penanganan COVID-19 juga tidak terlepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah semakin meluasnya penularan,” jelas Wiku.

Lantas di mana pasien kasus mutasi COVID-19 dari Inggris itu? Wiku tidak menjawab secara pasti. Dia hanya membenarkan kasus varian baru Corona Inggris B117 ini sudah masuk RI.

“Betul bahwa varian B117 telah ditemukan di Indonesia sebagaimana disampaikan Bapak Wakil Menteri Kesehatan,” jelasnya.

Sumber: detik.com