BAUBAU, suryametro.id – Sebuah video berdurasi singkat disebuah akun media sosial mendadak viral. Dalam video yang sudah ditonton ribuan orang itu, menampilkan rincian dana pengamanan Pilkada di Jajaran Kodim 1413 Buton yang diduga diselewengkan oleh Komandan Kodim 1413 Buton.
Dalam video itu, terdapat tulisan “Dana Pilkada Banyak Diselewengkan Oleh Komandan” serta rincian dana pengamanan kampanye untuk masing-masing anggota yang jika ditotalkan berjumlah 5 Miliar lebih untuk empat daerah wilayah kerja Kodim Buton.
Dandim 1413 Buton, Letkol Ketut Janji saat dikonfirmasi enggan menanggapi viralnya video tersebut. Bahkan beberapa kali dihubungi, Dandim hanya berjanji akan bertemu untuk memberikan klarifikasi, namun hingga saat ini tidak ada informasi lebih lanjut.
“Saya harus izin dulu di pimpinan. Saya besok mau ke Kendari dulu,” katanya singkat melalui sambungan telepon saat dikonfirmasi 15 Desember lalu.
“Saya ada di Kendari bang, Nanti saya pulang saya kabari ya,” kata Dandim keesokan harinya melalui pesan Whatshapp.
Sayangnya, hingga 23 Desember 2024 kemarin, tidak ada konfirmasi apapun dari Dandim Buton.

Melalui Pasi Intel Kodim 1413 Buton, Kapten Arifin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/12/2024) mengatakan, jika penyaluran biaya keamanan Pilkada 2024 untuk seluruh anggota yang bertugas di Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Wakatobi dan Kota Baubau sudah diselesai disalurkan.
“Pembagian ada tiga tahap, tahap satu dan dua itu digagikan sebelum viral, dan nanti yang ketiga itu setelah viral. Intinya pembagian dilakukan secara bertahap.
“Jadi semuga anggota sudah dapat semua anggarannya. Nah tahap tiga itu terlambat karna tidak ada komandan. Komandan saat itu masih ada kegiatan di Kodam dan ke Jakarta, pas nanti ada komandan baru kita bagikan. Karena tidak mungkin dibagi kalau tidak ada komandan,” kata Kapten Arifin menjelaskan.
Editor: Adhil