Wabup Konsel Pastikan Stok Beras Aman Hingga Menjelang Hari Raya Idul Fitri

39
Wabup Konsel Rasyid saat mengunjungi gudang Bulog. (Foto: Udin)

ANDOOLO, suryametro.id – Guna menjamin ketersediaan stok beras di sisa Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021. Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel), Rasyid, mengecek stok beras di Gudang Bulog Konsel, tepatnya di Desa Lalobao Kecamatan Andoolo, Rabu (28/4/2021).

Orang nomor dua di Konsel itu, turun langsung mengunjungi gudang Bulog, dan saat ini tersedia cadangan beras kurang lebih 2000 ton dan dipastikan stok beras di Konsel masih aman

“Dengan kondisi stok tersebut, ini tentunya akan bisa mengantisipasi jika terjadi kekurangan-kekurangan beras di masyarakat saat ini,” ujarnya usai melakukan peninjauan.

Kunjungan ini juga, lanjut Mantan anggota DPRD Sultra ini, disamping mengecek ketersediaan stok beras dan memastikan adanya cadangan beras beberapa bulan ke depan, juga dimaksudkan untuk koordinasi awal dalam rangka pelaksanaan operasi pasar, yang bertujuan lebih meringankan masyarakat untuk memperoleh Sembako dengan harga terjangkau.

“Saya mengharapkan Bulog Konsel juga dapat mengambil peran lebih, dalam operasi pasar menjelang lebaran. Sehingga dapat menjaga kestabilan harga bahan pokok. Dan juga berharap kedepan, dapat berdiri kantor Bulog cabang Konsel. Agar lebih mudah dalam koordinasi, berpisah dari gudang induk yang ada di Kabupaten Bombana,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Konsel, Alman menjelaskan pihaknya dengan terbuka menerima beras hasil panen petani di Konsel. Namun, ada kriteria beras yang harus dipenuhi para petani, yang dianggap memenuhi standarisasi beras stok BUMN tersebut.

Syaratnya, kata Alman adalah Kadar air beras yang tidak lebih dari 14 persen, kerusakan beras tidak lebih dari 20 persen, menir maksimal 2 persen, warna DS 95, dan Ph minimal 6,2 dan maksimal 7,2. Dengan begitu lanjut Alman, Bulog Konsel belum bisa menerima beras petani Konsel yang tidak sesuai dengan standar tersebut.

“Kondisi dibawah standar tersebut, kemungkinan diakibatkan beberapa faktor antara lain, panen sebelum waktunya, panen melebihi masa panen hingga warna beras yang kekuningan,” jelasnya.

Untuk itu Alman berharap adanya sinergitas yang terbangun bersama antara Pemerintah Kabupaten, lewat Dinas Pertanian, penyuluh pertanian hingga para petani dengan pihak Bulog. Agar beras yang dipanen oleh petani-petani bisa diserap oleh Bulog.

Reporter: Udin