Wabup Konsel Soroti Kepala OPD yang Belum di Vaksin

14
Wabup Konsel saat mengikuti Vaksinansi. (Foto: Udin)

ANDOOLO, suryametro.id – Wakil Bupati Konawe Selatan (Wabup Konsel) Rasyid, menyoroti sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat eselon II-IV yang belum divaksin. Hal tersebut, berdasarkan data yang diterima dari RSUD Konsel.

Dengan adanya hal tersebut, Wabup Konsel mengintruksikan, agar kepada seluruh pejabat maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Konsel, untuk ikut vaksinasi tahap II. Hal itu ditegaskannya usai melaksanakan vaksin sinovac tahap II di RSUD Konsel, Selasa (1/6/2021).

“Menjalankan tugas pengawasan saya, bagi pejabat eselon II-IV yang tidak mengikuti vaksin itu menjadi catatan kecil pemerintah. Dimana, hal kecil saja yang menjadi intruksi pemerintah. Kemudian Kepala OPD dan pejabat lainnya abai, tidak taat asas, lalu bagaimana dengan yang besar, tentunya hal itu menjadi perhatian kami,” katanya.

Lanjutnya, proses vaksin tidak serta merta dilakukan oleh petugas terkait. Tetapi, tentunya bakal diperiksa tentang layak dan tidaknya untuk divaksin. Untuk itu, pejabat lingkup Pemkab Konsel tak perlu khawatir dan takut untuk melakukan vaksin.

“Sebelum divaksin akan diperiksa dulu, dicek dulu riwayat penyakitnya dan tensinya. Sehingga, kalau sudah clear maka divaksin, kecuali memiliki riwayat penyakit kronis dan membahayakan untuk divaksin maka tidak serta merta juga divaksin,” jelasnya.

Selain itu, ia meminta agar tidak mudah percaya terkait hoax tentang bahaya vaksin. Dirinya pun membeberkan bahwa bersama Bupati Surunuddin jika mengacu pada regulasi awal, harusnya bukan pihak yang wajib divaksin karena masuk dalam kelompok usia 60 tahun keatas. Juga dirinya yang pernah positif Covid-19.

“Namun Alhamdullilah, atas izin Allah kami buktikan vaksin ini aman bebas dan jauh dari isu hoax, soal bahaya vaksin bagi tubuh manusia. Jangan mudah percaya dengan berita hoax yang sumbernya tidak bisa dipercaya. Karena, biasanya yang membuat hoax adalah mereka yang memiliki ketakutan untuk vaksin. Jadi tidak perlu dikembangkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh pejabat lingkup Pemkab Konsel agar mengikuti vaksin sinovac tahap II tersebut, sebelum vaksin massal untuk masyarakat Konsel dilaksanakan.

“Rencananya, vaksin massal untuk masyarakat bakal dilaksanakan setelah dilakukan cluster pelayan publik terlebih dahulu. Setelah itu baru masuk di pelaku-pelaku usaha,” tutupnya.

Reporter: Udin