Warga Konsel Keluhkan Bau Busuk Limbah Pabrik PT CAM

73
Salah seorang warga Kecamatan Andoolo saat menunjukan limbah pabrik PT CAM. (Foto: Udin/suryametro.id)

ANDOOLO, suryametro.id – Sejumlah warga Desa Kecamatan Andoolo dan Kecamatan Andoolo Barat Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), keluhkan bau limbah pabrik pengelohan ubi PT Cipta Agung Manis (CAM).

Warga Desa Wunduwatu, Rosikin saat dikonfirmasi, Selasa (30/3/2021) mengatakan, perusahan yang bergerak pengolahan tepung tapioka di Desa wunduwatu Kecamatan Andoolo itu, limbahnya mengeluarkan bau tidak sedap atau bau busuk, sehingga membuat warga setempat geram dan resah akibat bau limbah pabrik.

“Iya limbah prusahaan CAM, menyebabkan bau busuk, hingga warga disini mengeluhkannya. Ini juga menjadi keluhan warga Desa lainnya, Desa Bumi Raya, Mata Iwoi dan Papawu juga ikut terdampak bau limbah perusahan itu,” keluhnya.

Lanjutnya, warga bahkan mengalami pusing akibat tidak tahan dengan bau busuk dimaksud. Apalagi pada saat hujan dan cuaca berangin, bau busuknya terasa sekali dan menyengat dihidung.

“Kita sudah pernah menyampaikan, keluhan warga kepada perwakilan perusahaan, namun tak pernah ada respon dari perusahaan, padahal bau ini jelas meresahkan warga sekitar, utamanya beberapa Desa yang jaraknya dekat dengan perusahaan,” ungkapnya.

Kemudian, keluhan warga selama ini tidak direspon pihak perusahaan, oleh sebab itu pihaknya meminta para awak media untuk diberitakan, agar didengar oleh pihak terkait, dan perusahaan segera menanggapinya.

“Siapa tau saja, dengan diberitakan di media, bisa didengar keluhan kami ini, karena kita sudah lama menderita mencium bau limbah perusahaan singkong itu,” imbuhnya.

Sementara itu, PT Cam bagian legal tanah lahan perusahaan Sajul saat dikonfirmasi membantah apa yang dikeluhkan oleh warga sekitar perusahaan. Bahwa adanya bau busuk dimaksud.

“Selama saya di kantor ini pak, saya tidak pernah cium bau apa-apa, seperti yang dimaksudkan warga,” tepisnya.

Dikatakan, kalaupun ada itu bau seperti yang dikeluhkan warga, nanti saya coba konfirmasi bagian produksi. Menurutnya perusahaan sudah membuat kolam tempat menampung limbah perusahaan.

“Terkait masalah tersebut, nanti saya komunikasikan dulu bagian produksi, karena itu bukan bagian saya untuk menjawab,” tutupnya.

Reporter: Udin
Editor: Herman Erlangga