Aktivitas Anggota Keluarga Bisa Pengaruhi Desil Bansos, Naslia Alu Minta Warga Cek Data. Foto: Sutiana/suryametro.id

BAUBAU, suryametro.id – Perubahan status desil penerima bantuan sosial (bansos) menjadi perhatian seluruh pihak, tidak terkecuali anggota DPRD Baubau.

Salah satu faktor yang disebut dapat memengaruhi perubahan desil adalah aktivitas belanja daring anggota keluarga. Jika anggota keluarga masih tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK), aktivitas transaksi yang dilakukan dapat tercatat dalam sistem dan menjadi bagian dari penilaian kondisi sosial ekonomi keluarga.

“Kalau ada anak-anak kita yang suka belanja online, itu terhubung dengan kartu keluarga. Total belanjaannya bisa memengaruhi desil,” jelas Naslia Alu, Anggota DPRD Baubau saat kegiatan reses di Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (10/09/2026).

Selain aktivitas transaksi, penghasilan anggota keluarga juga disebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan. Anggota keluarga yang telah bekerja dan memiliki penghasilan di atas Rp3 juta disebut dapat memengaruhi penilaian status desil keluarga.

Kondisi tempat tinggal juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan. Misalnya, rumah yang sebelumnya dikategorikan semi permanen dapat mengalami perubahan penilaian apabila terdapat fasilitas tertentu, seperti kamar mandi atau toilet, yang telah menggunakan bangunan permanen.

Menurut penjelasan anggota DPRD tersebut, perubahan sejumlah indikator tersebut dapat berdampak pada perubahan status desil keluarga, termasuk dari desil 4 menjadi desil 5 atau 6.

Pemerintah saat ini juga tengah melakukan pembenahan data, khususnya terhadap anggota keluarga yang telah bekerja tetapi masih tercatat dalam satu KK bersama orang tua. Pemisahan data anggota keluarga sesuai kondisi terkini diharapkan dapat membuat penilaian status desil lebih sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

Bagi masyarakat yang merasa perubahan status desil tidak sesuai dengan kondisi ekonominya, tersedia mekanisme untuk mengajukan pemutakhiran atau perubahan data melalui pemerintah kelurahan sesuai prosedur yang berlaku.

“Solusinya, kita bisa memohon perubahan desil di kelurahan,” ujarnya.

Selain persoalan bansos, masyarakat juga diimbau untuk terus menyampaikan aspirasi terkait pembangunan. Ia menyebut sejumlah aspirasi masyarakat sebelumnya telah ditindaklanjuti melalui program pembangunan, salah satunya rehabilitasi jalan setapak.

“Alhamdulillah, dari aspirasi masyarakat, kita sudah mendapatkan rehabilitasi jalan setapak. Insya Allah sekitar Oktober-November kita mendapatkan pembangunan jalan,” katanya.

Ia juga membuka ruang bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam kepesertaan BPJS. Warga yang mengalami masalah kepesertaan atau status BPJS-nya tidak aktif dapat menyampaikan persoalan tersebut untuk selanjutnya dibantu dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Penulis: Sutiana

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *